Anggota Komisi I DPR RI Ungkap 4 Masalah yang Harus Mampu Diatasi Calon Panglima TNI

Kamis, 16 September 2021, 19:27 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Dr. H. TB Hasanuddin, S.E., M.M. mengungkapkan, ada empat masalah yang harus mampu diatasi sebagai tantangan sekaligus kemampuan yang dimiliki oleh calon Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendatang. Dikatakannya, Panglima TNI ke depan itu harus harus memiliki kemampuan yang pertama adalah melanjutkan.

"Ini kan tugas, melanjutkan pembangunan TNI minimum essential force, di mana ini adalah tahap ketiga atau tahap terakhir tahun 2024. Kita baru tercapai sekian puluh persen, dulu 100 persen, mungkin prediksi saya 60%. Jadi, kalau misalnya bisa sisa tahun ini sampai 2024 itu nambah 20%, insyaAllah, 80% minimum essential force. Tentunya harus diseselaikan oleh Panglima yang baru nanti," tuturnya saat diskusi dialektika Demokrasi bertema 'Tantangan Besar Panglima TNI Baru' di Media Center Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/9/2021).

Dikatakannya, minimum essential force itu bisa saja berubah situasinya. "Perlu ada penguatan-penguatan berdasarkan ancaman di lingkungan, baik geopolitik maupun geo strategi," terangnya.

Baca juga : Komisi III DPR RI Apresiasi Langkah Polda NTB Tangani Covid-19

Kedua, adalah melanjutkan dan menjaga serta meningkatkan profesionalisme prajurit, berdasarkan frekuensi pelatihan dan pendidikan. Dari profesionalisme yang kita sekarang harus ditingkatkan lagi.

"Tidak bisa lagi para prajurit TNI itu memiliki kemampuan yang asal-asalan. Sudah dilengkapi dengan senjata yang bagus, ya, tingkatkan profesionalismenya. Ini yang harus diasah oleh panglima TNI dalam rangka kesiapan menghadapi setiap ancaman ke depan," jelas mantan Perwira Tinggi TNI-AD berpangkat Mayjen ini.

Kemudian yang ketiga, yang harus mampu dibenahi oleh Panglima TNI ke depan itu adalah disiplin. "Pasalnya, dalam catatan saya, dalam 2 sampai 3 tahun terakhir ini ada ratusan prajurit yang desertir melarikan diri dari satuannya, terlibat perkelahian, dan kasus-kasus kriminal lainnya.

Baca juga : Ketua DPR RI: 5 Hari ke Depan Masa Krusial, Pemerintah Harus Cepat Cairkan Bantuan Masyarakat

Ini harus menjadi fokus Panglima ke depan. Menekan, eliminasi sekecil mungkin, supaya kasus kasus indisipliner itu tidak terulang kembali," tegasnya.

Lalu yang keempat, Panglima TNI harus bisa meningkatkan kesejahteraan prajuritnya. Di mana dalam hal ini termasuk pula kesehatan dan pendidikan prajurit serta keluarganya.

"Jumlah asupan prajurit itu paling tidak 3800-4000 kalori perharinya. Dana untuk itu harus ditingkatkan dari Rp65 ribu menjadi Rp100 ribu per hari. Kesehatan juga, serta pendidikan untuk keluarganya ini juga harus diperhatikan. Kalau Panglima TNI ke depan itu bisa melaksanakan ini, maka insya Allah, akan ada nanti kita menghasilkan prajurit yang benar-benar profesional," tandas politikus PDI-P tersebut.

Baca juga : Komisi I DPR Ingatkan Pemerintah PPKM Darurat Perlu Dievaluasi dan Bentuk Tim Khusus

Sementara pada kesempatan yang sama, pengamat Militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengatakan, terkait bursa pemilihan Panglima TNI banyak dikaitkan dengan isu politik elektoral 2024. Padahal, menurutnya, tidak berkaitan secara langsung.

"TNI tidak lagi mengambil ruang politik praktis diluar ruang politik negara, ini amanat reformasi. Menjaga demokrasi dan mengawal pemilu agar damai dan lancar. Sehingga TNI bisa menjaga reputasi Negara. Panglima TNI ke depan juga harus bisa disiplin dalam sistem, pembinaan SDM, dan karier prajuritnya. Modernisasi alutsista juga jangan melupakan kompetensi prajurit," paparnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal