PTM Jadi Dilema, Anis Matta: Pemerintah Harus Bisa Manfaatkan Era Digital untuk Reformasi Pendidikan

Kamis, 16 September 2021, 09:37 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah badai Pandemi Covid-19 menimbulkan banyak pro dan kontra.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Anis Matta menegaskan, jika pemerintah bisa memanfaatkan situasi saat ini, maka program reformasi pendidikan bukan hal yang mustahil. Terlebih, menurut Anisa, saat ini sudah eranya digital. Di mana dengan teknologi digital semestinya bisa menjangkau semuanya tanpa ada batas, termasuk dunia pendidikan di Tanah Air.

"Bila kita pandai memanfaatkan situasi ini, maka program reformasi pendididikan dapat dilakukan. Pemerintah dapat segera mengembangkan infrastruktur digital, sehingga proses pendidikan dapat menjangkau setiap orang tanpa dibatasi,” ujarnya dalam diskusi virtual Gelora Talk bertema 'Sekolah Tatap Muka, Dilema Pendidikan di Tengah Pandemi Tak Berujung,' Rabu, (15/9/2021) kemarin.

Baca juga : Energi Baru Terbarukan Harus Jadi Prioritas, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Berani Manfaatkan Tenaga Nuklir

Untuk itu, dirinya berharap pembangunan infrastruktur digital di Indonesia harus lebih didorong hingga ke seluruh wilayah. Pasalnya, dengan adanya Pandemi Covid-19, salah satu yang paling terdampak adalah dunia pendidikan.

"Semuanya berubah dan terdampak, begitu juga dunia pendidikan kita. Dimana kehadiran fisik tak bisa seperti dulu lagi. Budaya atau kultur pendidikan kita juga harus berubah. Infrastruktur digital inilah yang harus dikembangkan agar bisa dimanfaatkan dan menjadi solusinya," terang Anis.

Menurutnya, era digital dalam dunia pendidikan akibat pandemi Covid-19, dapat menjadi pintu gerbang reformasi total sistem pendidikan nasional. “Era digital dalam dunia pendidikan inilah yang bisa kita manfaatkan. Bahkan bisa membuat pendidikan menjadi gratis,” tambahnya.

Baca juga : Ketua DPR RI: Kehadiran Negara Diharapkan Rakyat, Pemerintah Harus Tingkatkan Kinerjanya Tangani Pandemi

Pada kesempatan yang sama, tokoh pendidikan Indonesia, Arief Rahman menjelaskan, prinsip pendidikan di masa pandemi adalah kesehatan dan keselamatan menjadi nomor satu. Sehingga semua pihak harus disiplin, baik di rumah maupun di sekolah.

“Semua pihak harus bisa menyesuaikan diri dalam kondisi pandemi dan jangan memaksakan. Dinas Pendidikan, sekolah dan orang tua harus ada kerja sama menegakkan aturan selama pembelajaran tatap muka (PTM) berlangsung,” tuturnya.

Sementara di situasi seperti saat ini, dikatakannya, jangan pernah memaksakan target maksimal. Pasalnya, bukan itulah yang tepat untuk dicapai. Akan tetapi lebih pas dengan hasil yang optimal di segala hal.

Baca juga : Rizal Ramli Nilai Pemerintah Telat dan Pelit dalam Menangani Pandemi Covid-19

"Saat ini, jangan memaksakan hasil yang maksimal. Tetapi, hasil optimal lah yang dibutuhkan," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal