LampuHijau.co.id - Partai politik yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menoreh hasil gemilang, dalam perolehan kursi Wakil Rakyat DKI Jakarta. Bahkan, Koalisi Adil Makmur diprediksi bakal menguasai pimpinan dewan di Jakarta.
Dari informasi yang diperoleh, kursi terbanyak di DPRD DKI dikuasai oleh PDIP dengan raihan suara 25 kursi. Sisanya di lima besar ada Koalisi Adil Makmur, yakni Gerindra di urutan kedua dengan 19 kursi, PKS di urutan ketiga dengan 16 kursi, Demokrat di urutan keempat dengan 10 kursi, dan PAN urutan kelima dengan 9 kursi.
Dengan raihan 25 kursi, PDIP mengalami penurunan 3 kursi. Dimana pada Pileg tahun lalu PDIP meraih 28 kursi. Sementara sebaliknya, Gerindra dengan 19 kursi, mengalami kenaikan dalam perolehan kursi dengan penambahan 4 kursi. Di tahun sebelumnya Gerindra memperoleh 15 kursi.
Baca juga : Suara Tina Toon Cukup Signifikan, Pras: Kemungkinan Dia Melenggang ke Kebon Sirih
Sementara, PKS dengan raihan 16 kursi juga mengalami penambahan 5 kursi karena sebelumnya hanya 11 kursi. Begitupun dengan Demokrat tetap bertahan dengan meraih suara 10 kursi. Dengan raihan suara 9 kursi PAN pun mendapat tambahan 7 kursi, karena sebelumnya PAN mendapat 2 kursi.
Ketua DPD Gerindra DKI M. Taufik membenarkan kalau partai Koalisi Adil Makmur di Ibu Kota menguasai kursi di DPRD DKI Jakarta. “Ya, Alhamdulilah parpol Koalisi Adil Makmur menguasai kursi di DPRD Jakarta,” ujarnya kemarin.
Dengan raihan suara maksimal ini, Taufik yang juga duduk sebagai wakil ketua DPRD DKI Jakarta ini menilai, di Pilpres 2019 masyarakat Jakarta banyak yang lebih mempercayai Koalisi Adil Makmur. “Insya Allah, kami di Koalisi Adil Makmur akan memegang amanah masyarakat Jakarta dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Baca juga : 15 Siswi di Bogor Keracunan Milor
Sementara, sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Prasetio Edi Marsudi (Pras) memprediksi kursi partainya berkurang. Pras memprediksi, PDIP mendapat 25 kursi dari sebelumnya 28 kursi.
"Masalah kemenangan Jakarta juga, kita kehilangan tiga kursi. Dari laporan pleno KPU, dari 28 jadi 25 kursi. Ya saya terima kasih. Karena bukan apa-apa. Karena caleg kalau nggak kerja 5 tahun ya sanksinya masyarakat nggak bisa memilih dia lagi," kata Pras kepada wartawan, kemarin.
Pras menilai, pemilu serentak ini berdampak pada perolehan suara PDI-P. Menurutnya, warga hanya berfokus pada pilpres dibandingkan pileg. "Ini adalah pemilu yang sangat berat," sebutnya.
Baca juga : Peroleh Suara Terbanyak, Partai Gerindra Layak Beri Penghargaan ke Purwanto
Pras juga menyinggung PSI, yang dinilai meraup suara dari PDI-P. Dia menilai, PSI mempunyai segmen yang sama dengan partainya. "Mungkin segmen pasarnya hampir sama dengan PSI. Mungkin karena partai baru, dan suara kita agak sedikit, nggak masalah," sebutnya.
Pras sendiri mengusulkan agar pemilu hanya ditujukan untuk memilih anggota legislatif. Sedangkan untuk presiden hingga wali kota dipilih DPR dan DPRD. "Kita harap pemerintah memperbaiki sistem pemilu ke depan. Jadi presiden dipilih oleh DPR. Gubernur dan wali kota bupati dipilih DPRD, saya rasa itu objektif," sebutnya.
Terkait anggota DPRD DKI Jakarta nanti, Pras mengatakan 60 persen merupakan wajah baru. Dia optimistis kinerja anggotanya tetap baik. "Kurang-lebih 60 persen banyak caleg baru, tokoh baru di DPRD. Mudah-mudahan bisa kerja dengan baik," jelasnya. (DRI)