LampuHijau.co.id - Penerimaan publik terhadap Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan Jokowi di 2024 nanti relatif stabil dan tinggi. Kehadiran Sahabat Ganjar dianggapnya sebagai sebuah proses demokrasi yang wajar. Relawan harus terus dukung dengan kegiatan yang dapat mengangkat nama Ganjar semakin melambung.
"Jadi wajar kalau ada inisiatif masyarakat membentuk relawan-relawan untuk mendukungnya. Saya kira fenomena dukungan dari masyarakat terhadap capres mereka telah mulai menjadi tradisi. Inisiatif-inisiatif seperti ini positif bagi demokrasi kita," kata Pengamat Lingkar Madani Untuk Indonesia, Ray Rangkuti, Kamis, (26/8/2021).
Namun demikian, Ray Rangkuti menyebutkan masih terlalu dini bagi Ganjar Pranowo untuk menikmati elektabilitas tinggi sebagai jaminan lancar karir politiknya. "Tentu nanti perlu pasangannya yang dapat melengkapi. Saat ini harus fokus menunjukkan kinerja terbaik dalam menangani pandemi Covid-19 di tempat ia bertugas saat ini," jelasnya.
Pada survei Indikator Rabu (25/8/2021) nama Ganjar Pranowo masih ada di dua besar. Dalam simulasi 10 nama, nama Ganjar Pranowo ada di posisi kedua dengan 21,4 persen. Di posisi pertama ada Prabowo Subianto dengan elektabilitas 27,8 persen. Sedangkan di bawah Ganjar Pranowo ada Anies Baswedan dengan perolehan 14,8 persen, Ridwan Kamil 6,9 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 6,1 persen, dan Agus Harimurti Yudhoyono 5,9 persen.
Baca juga : Pelayanan Publik akan Diperbaiki agar Ramah Disabilitas, Perempuan, dan Anak
Sementara itu, Pengamat Komunikasi Politik, Emrus Sihombing menyebutkan peran relawan untuk sosok calon Presiden memerlukan aksi nyata di tengah masyarakat dalam mengatasi persoalan-persoalan bangsa.
"Saat ini pengenalan tokoh untuk maju ke 2024 amat penting. Semua berpacu pada waktu. Lebih cepat mereka merebut simpati rakyat lebih baik, namun tentunya saat ini cara yang tepat adalah membantu masyarakat demi kepentingan negara menghadapi pandemi," ujar Emrus ketika dikonfirmasi.
Ia menyebutkan relawan sejatinya berasal dari kata rela. Artinya seorang relawan harus mau berkorban dan membantu sosok yang dijagokan dengan ikhlas dalam misi pengenalan dengan melihat kontekstual terkini.
"Jadi kalau sekarang masih pandemi, relawan harus bersama-sama membagikan sembako, membantu percepatan vaksinasi Covid-19, serta menyiapkan kebutuhan untuk masyarakat yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah," kata Emrus.
Baca juga : Kendalikan Covid-19, Pemprov DKI Terus Gelar Vaksinasi dan 3T
Menurutnya dengan pola kerja seperti ini dapat dibarengi dengan menggunakan simbol tidak langsung seperti menggunakan jaket atau atribut dari sosok yang dijagokan oleh para relawan.
"Terakhir relawan tersebut harus siap untuk tidak mendapat kue. Mereka harus berani mengatakan apabila nanti yang diusung menang, menolak jabatan. Relawan harus tetap mendukung calon meskipun tanpa diberikan jabatan," jelas Emrus.
Elektabilitas Ganjar Pranowo dari survei nasional Indikator mengalami peningkatan dari waktu ke waktu selama masa pandemi Covid-19. Pada Februari 2020 angka elektabilitas Ganjar di angka 9,1 persen.
Kemudian pada September 2020 naik menjadi 11,2 persen. Pada Januari 2021 meningkat menjadi 14,7 persen. Pada April 2021 sempat turun menjadi 13,7%. Namun pada Juli 2021 kembali meningkat menjadi 20,8%.
Baca juga : 2 Perampok dan Pemerkosa Terhadap Anak di Bekasi Digulung Polisi
Survei Indikator Politik Indonesia dilaksanakan pada 30 Juli - 4 Agustus 2021 dengan jumlah responden 1.220 orang menggunakan survei langsung tatap muka. Margin error dari survei statistik ini ada di angka 2,9%.