LampuHijau.co.id - Wakil Ketua MPR RI Muhaimin Iskandar mengkritik pelaksanaan pendidikan, terutama selama pandemi melalui daring, yang kacau-balau dan dinilainya tidak efektif.
"Soal pendidikan memang sejak pandemi ini kacau-balau. Saya beberapa kali memanggil Mendikbud untuk memberikan perhatian khusus, karena tidak efektifnya pendidikan daring," ungkap pria yang akrab disapa Cak Imin, Selasa (23/4/2021).
Baca juga : Kapolresta Malang Kota Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Hari Kedua di UIN Maliki Malang
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, sampai detik ini ada dua keputusan terkait pendidikan selama pandemi. Pertama, pemda dipersilakan mengambil pilihan daring atau tatap muka dengan prokes ketat. Kedua, APBN didorong untuk memfasilitasi carut marut atau kekurangan fasilitas atau sarpras bagi pendidikan di era pandemi ini.
Sementara Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim menyatakan, selama pandemi capaian pendidikan memang menurun. Itulah yang menyebabkan kebijakan sekolah-sekolah di wilayah PPKM Level 1 sampai 3 bisa membuka pembelajaran tatap muka secara terbatas.
Baca juga : Jadi Temuan BPK RI, Pengelolaan Keuangan DKI Dinilai Tidak Bagus
Diungkapkannya, dari 63 persen sekolah yang berada di bawah PPKM Level 4, hanya 26 persen yang sudah melakukan pembelajaran tatap muka. Banyaknya penurunan capaian belajar hingga putus sekolah menjadi alasan pembukaan sekolah tatap muka dengan prokes yang ketat. (Asp)