Ketum PPP: Demokrasi Tanpa Kesejahteraan, Demokrasi yang Gagal

Minggu, 22 Agustus 2021, 14:33 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Demokrasi harus menghasilkan kesejahteraan. Pasalnya, jika tidak bisa menghasilkan kesejahteraan, demokrasi tersebut dikatakan gagal. Demikian yang diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa.

"Demokrasi niscaya, wajib menghasilkan kesejahteraan. Demokrasi tanpa kesejahteraan, demokrasi yang gagal," tutur Suharso saat menyampaikan pidato kebangsaan dalam rangka memperingati 50 tahun CSIS Indonesia, Jumat (20/8/2021).

Baca juga : Kapolres Subang Janji akan Teruskan Kebijakan AKBP Aries yang Sangat Baik

Dikatakan Suharso, pihaknya berusaha mewujudkan demokrasi adalah instrumen dalam mewujudkan kebaikan dan kebajikan. Menurutnya, demokrasi bukan alat untuk memecah belah, saling mencaci, maupun membenci.

Lebih lanjut menurutnya, Demokrasi wajib menjadi instrumen untuk saling mendukung, memuliakan, dan membesarkan. Pria yang juga menjabat Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) itu menyatakan, berdemokrasi bukan melayani segelintir elite penguasa. Menurutnya, berdemokrasi adalah proses pembuktian bahwa tak ada satupun orang dan pihak tertinggal atau ditinggal.

Baca juga : Polres Depok Tangkap Pemalsu Surat Keterangan Hasil Swab Antigen

"No one left behind," ujarnya.

Sementara Suharso menegaskan, PPP sebagai sebuah partai politik yang berlandaskan rahmatan lil'alamin, terpanggil sejarah untuk membuktikan bahwa fungsi terpokok dari demokrasi adalah menyejahterakan umat, memuliakan rakyat, dan membangun bangsa.

Baca juga : Hari Ketiga PPKM Darurat, Polisi Gelar Penyekatan Kendaraan Luar Daerah

"PPP terpanggil sejarah untuk membuktikan bahwa demokrasi adalah pohon dengan buah yang manis, bukan pohon berbuah pahit, apalagi beracun," pungkas Suharso. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal