LampuHijau.co.id - Berdasarkan hitungan sementara KPU Jakarta Pusat, nama dr. Dian Pratama, SpOG, M. Kes, MM dipastikan menjadi satu di antara 106 anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Dan akan dilantik menjadi wakil warga Jakarta pada 26 Agustus mendatang.
Di dunia kesehatan, dokter muda spesialis kebidanan/kandungan ini sangat tahu persis lika-liku pelayanan kesehatan di Jakarta. Sebab, ia pernah jadi CPNS di RSUD Setiabudi dan Koja.
Baca juga : HUT Otda ke-23, Pemprov DKI Janji Tingkatkan Pelayanan Warga
"Bahkan, seperti saat saya bertugas di RSUD Koja, saya malah terkesan dipersalahkan karena secara manusia dan spontan saya membantu warga pengguna BPJS Kesehatan yang mau melahirkan dan mengidap penyakit kista," papar dr. Dian, caleg dari Partai Gerindra ini di Jakarta, Selasa (14/5/2019).
Artinya apa, lanjut dokter Dian yang bakal duduk jadi pimpinan di Komisi E DPRD DKI ini, ada sesuatu yang salah dalam pengelolaan kesehatan di Jakarta. Terutama bagi warga pemegang kartu BPJS.
Baca juga : Bawaslu Kota Tangerang Masih Kaji Terkait Pelanggaran Pemilu
"Bila duduk nanti di DPRD DKI, saya akan bantu Gubernur Anies untuk meluruskan adanya yang salah di Dinas Kesehatan DKI. Ini penting, agar pelayanan kesehatan untuk warga Jakarta bisa lebih maksimal dan berkualitas," ujar dr. Dian.
Diceriterakanny, ke depan, warga Jakarta yang berobat ke RSUD milik Pemprov DKI harus mendapatkan pelayanan yang baik. Misalnya tidak perlu lama mengantre. "Seperti masalah yang saya hadapi di RSUD Koja, tidak perlu terjadi lagi ke depan. Coba bayangkan, saya dipersalahkan hanya beli obat dari luar. Pada hal pasien kista yang saya tangani itu sembuh," tandasnya.
Baca juga : Difitnah Jelang Pencoblosan, Novita Dewi Tetap Tegar Ingin Berbakti untuk Warga DKI
Dia meminta, seharusnya warga Jakarta dapat pelayanan kesehatan yang maksimal. Selama ini hanya mengobati, sementara pencegahan kurang dilayani. Ada alokasi dana BPJS plus untuk obat paten dan pencegahan.
"Di masa mendatang, Pemprov DKI tidak bisa hanya berpatokan kepada pengobatan warga yang sakit. Tapi pencegahan, agar warga tidak sakit pun harus dilakukan. Saya juga akan melanjutkan program pak Sandiaga Uno untuk membangun rumah sakit khusus gangguan kejiwaan atau Jakarta Mental Center," imbuhnya. (ULI)