LampuHijau.co.id - Rachmawati Soekarnoputri menyebut Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri melakukan makar saat menjabat wakil presiden mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. PDIP menepis tuduhan tersebut, sembari menyebut Rachmawati sudah sangat benci pada Megawati sehingga main serang.
Sikap Megawati yang dianggap Rachmawati sebagai bentuk makar ialah saat Gus Dur sudah memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati, menurut dia, melakukan pembangkangan terhadap presiden dengan memilih Bimantoro (Surojo Bimantoro). PDIP menyebut apa yang saat itu dilakukan Megawati tidak termasuk makar.
Baca juga : Prabowo Ditantang Buktikan Klaim Menang Pilpres
"Makar itu kan mau menggulingkan pemerintah yang asli. Kalau tarik-menarik untuk mengajukan pejabat, itu karena Bu Mega juga berhak, wong dia wapres. Kayak Pak JK itu lho, BPJS maunya Pak JK ini, ternyata...Ya sudah, biasa itu, nggak ada urusan dengan menggulingkan,” kata Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari.
"Jadi menurutku, nggak paham tentang apa definisi makar, menggulingkan pemerintah yang sah. Mega itu tipenya bukan orang yang melawan hukum," imbuh dia.
Baca juga : ASN Jaktim Diminta Tingkatkan Kinerja
Eva mengatakan, Megawati merupakan sosok yang amat menjunjung konstitusi. Mega, kata Eva, tak pernah menghalalkan segala cara.
Rachmawati menyebut Megawati, yang tak lain adalah kakak kandungnya, tidak patuh terhadap presiden dalam penunjukan Kapolri. Bahkan menurut Rachmawati, saat itu terjadi perpecahan di tubuh TNI dan Polri.
Baca juga : Pileg dan Pilpres Itu Cari Pemimpin Terbaik, Bukan Perang
"Kemudian dia pecah belah lagi TNI-Polri moncongnya yang namanya Jenderal Ryamizard sebagai KSAD, saya inget sekali saya ada di Istana sama Gus Dur itu moncongnya sudah diarahkan ke Istana. Itu yang namanya makar unsurnya masuk, menggunakan kekuatan bersenjata sedangkan kami ini apa? Selama pengajuan untuk perubahan ketatanegaraan itu tidak bisa dipidana saya melakukan itu. Itu lah kalau mau bicara tentang Pak Kivlan," tuturnya.
Menanggapi pernyataan Rachmawati di atas, Eva menegaskan Megawati tidak melakukan makar. Menurutnya, tak ada perebutan kekuasaan saat itu. (ASP)