Baliho Puan Maharani Diakui Keputusan Rapat Fraksi PDI-P di DPR-RI

Minggu, 8 Agustus 2021, 18:03 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Munculnya banyak baliho Puan Maharani di sejumlah daerah menuai beragam komentar. Terkait hal itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto mengungkapkan, latar belakang pemasangan baliho tersebut merupakan keputusan dari rapat Fraksi PDI-P di DPR RI yang bermula dari ide gagasan spontan.

"Keputusan fraksi. Ngobrolnya di lantai 7 DPR RI. Supaya punya dampak, pemasangannya harus serentak," ungkap Bambang Pacul di Semarang, Jumat (6/8/2021) lalu.

Baca juga : Banyak Temuan Anggaran, Fraksi PDIP Pertanyakan WTP BPK RI

Lebih lanjut, Bambang mengatakan, ide tersebut muncul pada bulan Juli, saat sejumlah anggota Fraksi DPR RI tengah berkumpul membahas kegiatan bulan Bung Karno di tengah masa pandemi. "Ada kebebasan berpendapat di PDI Perjuangan ketika sudah ngobrol di lantai 7, bebas. Ide gila pun dibiarkan. Juni saat Bulan Bung Karno, kan kita punya cucu Presiden yang jadi Ketua DPR RI, kok nggak kita angkat ini," tutur pria yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Tengah ini.

Selain itu, pemasangan billboard, dikatakannya, merupakan bentuk ekspresi kegembiraan karena Puan Maharani adalah perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR dari 23 Ketua DPR dalam sejarah RI. Menurut dia, usulan tersebut juga sudah disampaikan ke Ketua DPR RI Puan Maharani.

Baca juga : Polisi Imbau Warga Tak Beli Kendaraan Bekas Tanpa Disertai STNK dan BPKB

"Mbak Puan ketawa-ketawa saja," tambahnya.

Baliho tersebut, lantas dipasang anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di daerah pemilihan (dapil) masing-masing. Kemudian, beberapa dapil, di mana PDI Perjuangan tidak memiliki kursi DPR RI, baliho dipasang oleh DPD dan anggota fraksi setempat.

Baca juga : 44 Napi Rutan & Lapas di Jakpus Dapat Remisi Khusus

"Yaitu di Sumbar I, Sumbar II, Aceh I, Aceh II, Gorontalo, dan NTB 2 dipasang oleh DPD dan Fraksi PDI Perjuangan setempat. Berapa total jumlah yang dipasang belum ada laporan, karena setiap anggota dewan tidak dibatasi harus pasang sekian. Ini pembiayaannya gotong royong," terang politisi asal Sukoharjo ini.

Sementara anggapan pemasangan billboard dan baliho Puan Maharani sebagai upaya meningkatkan popularitas menuju Pilpres 2024, Bambang mempersilakan setiap orang memiliki persepsi masing-masing. "Ini lebih ke internal. Soal capres dan cawapres clear kewenangan Ketua Umum. Dibilang (persiapan) 2024, persepsi orang siapa yang melarang? Pikiran dan perasaan tidak bisa dipenjara. Mau dibilang mau nyapres monggo, mau sebagai bentuk kegembiraan sebagai Ketua DPR RI perempuan pertama ya monggo," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal