Saat Ini Belum Ada, Ketua DPR RI: Pemerintah Perlu Bikin Data Khusus Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

Jumat, 6 Agustus 2021, 13:37 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pemerintah diminta untuk memiliki data khusus terkait anak-anak yatim piatu yang kehilangan orang tua akibat pandemi virus corona (Covid-19). Kritik ini disampaikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani yang mengatakan, sampai saat ini belum ada data khusus terkait hal tersebut.

Hal itu dikatakannya sebagai sesuatu yang diperlukan, guna memberikan perlindungan kepada anak yatim piatu. "Hingga saat ini, saya belum melihat adanya data khusus terkait anak-anak Indonesia yang kehilangan orangtua mereka karena Covid-19. Kita perlu data tersebut sebagai langkah untuk memberi perlindungan," tutur Puan dalam keterangan tertulisnya, beberapa hari lalu.

Baca juga : Komisaris Polisi Zazali Haryono Asuh 2 Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Menurut Puan, data itu diperlukan untuk memastikan negara hadir memberikan perlindungan yang tepat terhadap anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena pandemi. Selain itu, perlindungan tersebut bisa berbentuk santunan sampai pengasuhan, tergantung kondisi sosial masing-masing anak.

"Negara harus bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Indonesia yang menjadi korban bencana kesehatan ini," tegas Politisi PDI-P tersebut.

Baca juga : Rizal Ramli Nilai Pemerintah Telat dan Pelit dalam Menangani Pandemi Covid-19

Sehingga anak-anak yatim piatu akibat Covid-19 ini, dalam jangka pendek segera mendapat pendampingan untuk pemulihan dampak psikologis akibat kehilangan orangtua mereka. Untuk itu, Puan juga meminta serapan anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19, juga digunakan untuk program perlindungan bagi anak-anak yatim piatu akibat Covid-19.

"Program perlindungan itu bisa dalam bentuk santunan, beasiswa atau bantuan belajar," terang Puan.

Baca juga : Wakil Ketua MPR Berharap Masyarakat dan Pemerintah Bersatu Hadapi Pandemi Covid-19

Sementara dirinya kembali menegaskan, pemerintah harus turun tangan mengatasi hal ini. Karena anak-anak tersebut merupakan generasi penerus bangsa.

"Kalau anak-anak Indonesia hari ini banyak yang putus sekolah dan depresi karena pandemi dan menjadi yatim piatu. Bangsa ini yang akan menerima dampaknya dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal