Habiskan Sekitar 2 M, Pengamat Penerbangan: Hari Gini Masih Aja Foya-foya Ubah Warna Pesawat

Rabu, 4 Agustus 2021, 17:48 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pengamat penerbangan Alvin Lie mengomentari pengecatan pesawat kepresidenan Indonesia-1 atau pesawat BBJ melalui Twitter. Hal ini, menurutnya, suatu pemborosan atau foya-foya di tengah krisis yang dialami Indonesia.

Dalam cuitannya tersebut, Alvin menyebut biaya pengecatan pesawat berkisar antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. "Hari gini masih aja foya-foya ubah warna pswt Kepresidenan Biaya cat ulang pswt setara B737-800 berkisar antara USD100ribu sd 150ribu Sekitar Rp.1,4M sd Rp.2.1M @KemensetnegRI @setkabgoid @jokowi," tulis Alvin lewat akun @alvienlie21, Senin (2/8/2021).

Baca juga : Kadispenad : Pejabat Penerangan TNI AD Harus Berselancar di Dunia Maya

Berkaitan dengan cuitan tersebut, sumber di Istana membenarkan biaya pengecatan pesawat kepresidenan Indonesia-1 atau Pesawat BBJ 2 sekitar Rp2 miliar.  Namun, sumber tersebut tak merinci jumlah uang yang dikeluarkan dalam mengecat pesawat kepresidenan.

Selain itu, Ia juga enggan menjawab tahun pengalokasian anggaran tersebut. "Iya, plus-minus segitu (Rp2 miliar)," kata sumber Istana kepada wartawan, Selasa (3/8/2021) kemarin.

Baca juga : Kasus Kematian Covid-19 Tinggi, DPR RI: Belum saatnya Deklarasikan Keberhasilan

Sumber tersebut menjelaskan, pengecatan dilakukan tahun ini karena Pesawat BBJ 2 telah berusia tujuh tahun. Pengecatan dilakukan bersamaan dengan perawatan besar atau overhaul.

Sementara pengecatan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 juga bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan. Oleh karena itu, warna pesawat itu diganti dari biru muda menjadi merah.

Baca juga : DPR RI: KPK Harus Awasi Pengadaan Laptop Pelajar di Kemendikbudristek

"Pilihan warnanya adalah warna kebangsaan: merah putih, warna bendera nasional," pungkas sumber itu. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal