Rizal Ramli Nilai Pemerintah Telat dan Pelit dalam Menangani Pandemi Covid-19

Kamis, 29 Juli 2021, 11:57 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengkritik dan menyindir kebijakan pemerintah pusat dalam menangani pandemi Covid-19. Di antaranya, pemerintah yang tidak mau mengambil langkah lockdown dan pelit dengan masyarakat terkait vaksinasi.

"Di seluruh dunia efektif mengendalikan pandemi ini sederhana kok, lockdown. Iya, kan nanti kalau udah berkurang ya, nggak ada lockdown. Nanti kalau ada pandemi lagi ramai lagi atau virus baru lagi variasi baru, ya, lockdown lagi. Tapi, juga harus disertai dengan bantuan insentif kepada masyarakat yang terdampak," tuturnya dalam Gelora Talks bertajuk 'Pandemi Berlanjut "Akankah Memicu Krisis Sosial?", Rabu (28/7/2021).

Selain itu, berkaitan dengan vaksinasi, menurutnya, pemerintah pelit terhadap rakyatnya sendiri. Pasalnya, rakyat hanya menggunakan vaksin kelas Sinovac yang mempunyai tingkat efektivitas rendah. Padahal, di negara-negara yang mampu menekan bahkan berhasil mengendalikan landemi Covid-19 menggunakan vaksin yang tingkat efektivitasnya tinggi di atas Sinovac.

Berita Terkait : Panglima TNI dan Kapolri Apresiasi Forkopimda Jatim dalam Penanganan Covid-19

"Pemerintah jangan pelit lah sama rakyat sendiri. Rakyat jangan divaksinisasi dengan vaksin yang tingkat efektivitas cuma 55% (Sinovac). Jadi, banyak yang kena lagi walau sudah divaksin. Kasih vaksin yang tingkat efektivitas nya di atas 90%, enggak bakal sampai 6 bulan pasti selesai," tambah ekonom senior ini seraya menyindir program vaksinasi yang kini gencar dilakukan pemerintah.

Kemudian, Rizal Ramli juga menyoroti pergantian istilah mulai dari istilah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), PSBB Ketat, kemudian berganti menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang dilanjutkan dengan istilah PPKM Mikro, PPKM Darurat, hingga saat ini PPKM Level 4. Dirinya menilai, pergantian istilah tersebut hanya membuat pemerintah terkesan mencla-mencle dengan kebijakan yang ada.

"Garis pusat itu juga mencla-mencle karena cuma gonta-ganti istilah doang kok. PSBB, PSBB Ketat, PPKM, PPKM Mikro, PPKM Darurat, PPKM Level 4," jelasnya.

Berita Terkait : Cari di Sekolah dan Permukiman, DKI Terus Aktif Tekan Warga yang Terpapar Covid-19

Pemerintah juga dinilainya telat dalam menangani Covid-19 sejak pertama kali muncul. Bahkan, dikatakanya, ribuan triliun anggaran negara habis percuma. "Hasilnya nol..nol...nol.." tegas Rizal Ramli.

Untuk itu, dirinya mengajak berbagai pihak yang ada di luar pemerintah untuk lebih vokal dan kritis dalam membela kepentingan rakyat di masa pandemi Covid-19 ini. "Ya, mumpung kita semua di luar pemerintahan harus lebih vokal. Saya, juga berharap Partai Gelora juga lebih kritis dalam menyuarakan hal ini," pungkas Rizal yang disambut senyuman oleh Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta.

Sementara selain Rizal Ramli dalam acara diskusi virtual ini, juga turut hadir Juru Bicara Kementerian Kesehatan Dokter Siti Nadia Tarmizi, dan epidemiolog klinis Ahlina Institute Dokter Tifauzia Tyassuma, serta Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal