Meutya Hafid: Generasi Muda Milenial Miliki Peran Strategis Sebagai Pelopor Masyarakat Digital

Sabtu, 24 Juli 2021, 02:40 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Demikian salah satu kesimpulan dari hasil webinar bertajuk Milenial Sebagai Pelopor Masyarakat Digital yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Jakarta, Jumat (23/7). 

Acara yang diikuti 150 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek melalui zoom itu menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid sebagai keynote speaker, serta dosen vokasi UI, Dr Devie Rahmawati serta Co-founder Thirty Days of Lunch Podcast, Fellexandro Ruby sebagai narasumber. 

Baca juga : MPR RI Ajak FKKC Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada Masyarakat

Dalam paparannya, Meutya Hafid yang juga politisi perempuan Partai Golkar itu mengatakan dari hasil studi google tahun 2018, Indonesia akan menjadi pemain ekonomi digital terbesar di ASEAN pada tahun 2025. 

"Ini relate dengan laporan dari We Are Social pada 2021 yang mencatat rata-rata adopsi e-commerce secara global adalah 78,6 persen. Sementara ada 88,1 persen pengguna internet di Indonesia yang menggunakan layanan e-commerce untuk membeli produk. Dengan kata lain, presentasi tersebut merupakan yang tertinggi di dunia," ujarnya. 

Baca juga : DPR Nilai Generasi Muda Indonesia Miliki Peluang Majukan Melalui Industri Kreatif

DPR sendiri, lanjut Meutya Hafid mendorong pemerintah dalam hal ini Kominfo untuk mempercepat infrastruktur digital guna memberikan akses internet ke daerah-daerah terpencil sehingga masyarakat mempunyai akses yang lebih besar terhadap perkembangan informasi dan teknologi. 

Sementara itu, dosen vokasi UI, Devie Rahmawati mengatakan ada budaya digital yang kini menjangkiti masyarakat sebagai sebuah budaya baru yang bertolak belakang dengan budaya yang selama ini ada di kehidupan sehari-hari.  

Baca juga : Pemkab dan Baznas Berikan Bantuan Rp2,7 Miliar bagi Masyarakat Cirebon

Karakteristik masyarakat masa kini ialah sangat banyak menerima informasi. Jika dulu untuk melakukan riset saja harus pergi ke berbagai kampus dan dicatat semua informasi yang didapat.  

"Sekarang informasi, istilahnya tumpah ke kita malah yang akhirnya jadi masalah. Semakin lemah budaya kurasi, kita tidak tahu mana yang benar, bingung karena semua informasi kita dapatkan," kata Devie.

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal