LampuHijau.co.id - Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi mengatakan, pemerintah harus cari jalan keluar untuk melakukan percepatan vaksinasi, sehingga herd immunity nasional bisa segera tercapai.
Seperti diketahui, target vaksinasi Covid-19 nasional masih jauh dari harapan. Pasalnya, dari jumlah vaksin yang sudah masuk ke Indonesia sebanyak 137 juta dosis, yang baru digunakan baru 54 juta dosis atau belum sampai 50% dari jumlah dosis yang ada.
Baca juga : Komisi I DPR Ingatkan Pemerintah PPKM Darurat Perlu Dievaluasi dan Bentuk Tim Khusus
"Sisa dosis yang ada masih menumpuk entah dimana? Ini harus dicarikan jalan keluarnya. Sementara banyak daerah mengalami kehabisan stok vaksin," tutur pria yang akrab disapa Awiek ini kepada wartawan, Minggu (18/7/2021).
Menurutnya, fakta yang ada ini kontradiktif. Masyarakat membutuhkan vaksin, sementara stok vaksin yang ada justru menumpuk tidak terserap. Target pemerintah 1 juta vaksin per hari ternyata tidak berjalan mulus akibat sejumlah hal.
Baca juga : 15 Tahun Terlantar, Pemerintah Didesak Keruk Endapan Lumpur di Situ Cinangsi
"Jumlah nakes dan relawan yang tidak memadai, pola distribusi karena di daerah tidak semuanya memiliki tempat penyimpanan yang memadai, dan birokrasi yang ribet," ujar anggota Komisi VI DPR ini.
Selain itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR ini menambahkan, terdapat penolakan vaksin dari masyarakat akibat terpengaruh informasi hoaks. Untuk itu, pemerintah perlu mencari terobosan untuk mempercepat program vaksinasi.
"Melibatkan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, pejabat untuk menyosialisasikan informasi yang benar tentang vaksin," lanjutnya.
Sementara keterlibatan TNI/Polri sudah bagus dan akan lebih massif jika ada pelibatan kelompok-kelompok masyarakat, termasuk juga anggota DPR di dapil masing-masing untuk memfasilitasi masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi. "Tentunya dengan standar yang ketat termasuk ketersediaan nakesnya," pungkas Awiek. (Asp)