LampuHijau.co.id - Pelaksanaan PPKM Darurat yang telah berjalan sejak 3 Juli lalu, dikatakan Anggota DPR Komisi I, Muhammad Farhan, perlu dievaluasi mengingat kasus Covid-19 masih terus melonjak.
"Perlu diawasi dengan ketat pelaksanaan PPKM Darurat, sumber melonjaknya kasus positif ada di mana," ujar Farhan dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021) lalu.
Baca juga : Ringankan Beban saat PPKM Darurat, Marbot Masjid Dapat Bantuan Beras
Selain itu, Farhan menyarankan, agar pemerintah bisa membentuk tim khusus untuk menangani wilayah yang kasusnya melonjak, salah satunya Jakarta. Tim itu, kata dia, tak hanya menangani lonjakan di Jakarta, tapi juga wilayah sekitarnya.
"Khusus Jakarta, Bogor, Tangerang, atau Tangsel, Depok, Bekasi, jika perlu dibentuk tim khusus untuk menangani penyebaran Covid-19," tutur Farhan.
Baca juga : Soal Vaksin Berbayar, Komisi IX DPR: Pemerintah Nggak Pernah Ngajak Bicara
Farhan juga menyinggung kemungkinan klaster keluarga menjadi penyumbang terbesar lonjakan Covid-19 di masa PPKM Darurat ini. Bukan tidak mungkin klaster keluarga ini semakin merebak di wilayah permukiman padat penduduk.
Menurutnya, klaster keluarga yang mendominasi lonjakan harus menjadi atensi bagi pemerintah daerah setempat, misalnya dengan menyediakan tempat isolasi yang ramah terutama bagi anak-anak.
Baca juga : Banyak yang Gugur, Ketua DPR RI Minta Pemerintah Bikin Sistem Perlindungan untuk Nakes
"Jika memang faktanya seperti ini, maka Pemprov DKI Jakarta, Jabar, dan Banten wajib menyediakan tempat isoman dengan memanfaatkan bangunan yang tidak terpakai," terangnya.
Seperti diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia memang terus melonjak dalam sebulan belakangan. Bahkan pada Jumat (16/7/2021) lalu, kasus Covid-19 di Indonesia kembali menembus angka 54 ribu. Sementara laporan kematian pada hari yang sama juga memecahkan rekor selama pandemi di Indonesia, yaitu mencapai 1.205 dalam satu hari. (Asp)