Ketua MPR-RI: Jika Bandara Internasional Nggak Ditutup, PPKM Darurat akan Sia-sia

Selasa, 6 Juli 2021, 14:50 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dinilai Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo menjadi sia-sia jika penerbangan internasional di sejumlah bandara tak ditutup. Demikian yang diungkapkan politikus yang akrab disapa Bamsoet, saat mendengar keberadaan 20 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang masuk ke Indonesia melalui Makassar bertepatan hari pertama PPKM darurat, 3 Juli lalu.

"Pemerintah agar mempertimbangkan penutupan sementara penerbangan baik domestik maupun internasional di setiap bandara internasional selama PPKM Darurat berlangsung. Mengingat, kebijakan PPKM Darurat akan sia-sia jika bandara internasional tidak ditutup," tutur Bamsoet seperti dilansir dari Antara, Senin (5/7/2021).

Baca juga : Petugas Gabungan akan Tindak Tegas Masyarakat yang Langgar PPKM Darurat

Pemerintah, dikatakannya, harus menunjukkan komitmennya demi keselamatan dan kesehatan, serta kepercayaan masyarakat dengan tetap membatasi akses orang asing masuk ke wilayah Indonesia. Lebih lanjut ia menekankan, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, harus memiliki langkah konkret dan komitmen bersama dalam membatasi pergerakan orang selama masa pandemi covid-19, khususnya di tengah pemberlakuan PPKM Darurat di Jawa-Bali.

Menurutnya, hal tersebut diperlukan guna memutus rantai penularan dan penyebaran covid-19 di seluruh wilayah di Indonesia. Selain itu, Bamsoet juga meminta pihak Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mengkarantina 20 TKA yang masuk ke Indonesia sekaligus mendeportasi kembali ke negara asalnya.

Baca juga : Perawat, Kesejahteraan dan Kekerasan Terhadap Perawat

"Direktorat Jenderal Imigrasi agar mengkarantina 20 TKA tersebut sekaligus mendeportasi kembali ke China, mengingat PPKM Darurat tidak ada artinya jika tetap memberi izin TKA asing, dalam hal ini TKA China, masuk ke Indonesia," tegas Bamsoet.

Pemerintah juga harus menutup sementara jalur penerbangan internasional, termasuk di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, untuk menambah keyakinan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Baca juga : Ketua MPR: Penyerangan Mabes Polri Jadi Alarm Keras, Aparat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sementara pemerintah bersama Satgas Penanganan covid-19 dimintanya untuk dapat memastikan 20 TKA China tersebut benar-benar telah menjalani masa karantina, sesuai dengan protokol kesehatan penanganan covid-19 yang ketat, dan mempertimbangkan mengembalikan mereka ke negara asal.

Sebelumnya, sebanyak 20 TKA China dikabarkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulsel pada Sabtu (3/7/2021), tepat penerapan PPKM darurat diberlakukan. Diinformasikan, puluhan orang TKA ini selanjutnya akan melakukan perjalanan ke Kabupaten Bantaeng dengan mengendarai bus yang telah disediakan oleh perusahaan smelter. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal