Prabowo-Sandi Dinilai Lagi Nego ke Jokowi-Maruf

Minggu, 12 Mei 2019, 18:01 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia Boni Hargens menilai, elite politik tengah memanfaatkan masyarakat. Elite politik yang bersaing di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, terutama Prabowo Subianto-Sandi Uno, dinilai tengah mencari untung dengan mengatasnamakan rakyat.

"Masyarakat harus lebih kritis melihat permainan elite ini, karena sesungguhnya ini kepentingan elite saja kok, bukan persoalan masyarakat. Rakyat dimanfaatin aja," tuding Boni usai diskusi 'Gejolak Pemilu 2019: Problem Demokrasi Elektoral atau Sekadar Mainan Bandar Politik?' di kawasan Sudirman, Jakarta, Sabtu (11/5/2019).

Baca juga : Prabowo Ditantang Buktikan Klaim Menang Pilpres

Menurut Boni, saat ini pasangan nomor urut 02 sedang menaikkan posisi tawar terhadap calon yang berpotensi memenangi Pilpres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Caranya, dengan membangun dan menyuarakan narasi kecurangan pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif. Padahal, kata Boni, di balik itu ada motif kepentingan ekonomi dan politik dari Prabowo-Sandi yang hendak dicapai.

"Saya menduga ada upaya itu, mereka mau mengatur bargaining position. Posisi tawar supaya bisa melobi lah, bisa menentukan dia mau apa," jelas Boni.

Baca juga : Pemotor Tewas Ketiban Baliho Gambar Jokowi-Maruf

Rencana pertemuan antara utusan Jokowi dan Prabowo beberapa waktu lalu, juga salah satu cara untuk membicarakan tawar-menawar ini. Tawar-menawar bukan hanya terkait jabatan di kabinet, tapi juga jabatan di departemen, lembaga, hingga perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Kendati begitu, Boni menilai praktik tersebut wajar dalam politik.

"Bargaining itu misalnya, kalau saya menerima kamu sebagai pemenang pemilu ya, saya nanti di bisnis dapat apa, posisi politik orang-orang saya kira-kira akan dapat jatah di mana," paparnya. (RIZ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal