Ustadz Yusuf Mansur Angkat Bicara Soal Pemerintah Ingin Berlakukan PPN di Dunia Pendidikan

Senin, 14 Juni 2021, 00:13 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Terkait wacana pemerintah memungut  pajak pertambahan nilai (PPN) pada jasa pendidikan atau sekolah menuai polemik. Teranyar, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tegas menolaknya.

Menyoroti itu, pendakwah kondang Ustaz Yusuf Mansur menilai tidak ada celah bagi pemerintah untuk menerapkan PPN pada jasa pendidikan.

"NU dan Muhammdiyah udah nolak. Lah kalau 2 lembaga yang lebih gede dari gaban ini udah nolak, masa iya pemerintah dan kementerian terkait jalan terus? Rada ga mungkin. Agaknya, dua lembaga ini, harus digedein lebih lagi," kata Yusuf dikutip awak media dari akun Instagram @yusufmansurnew pada Sabtu (12/6/2021).

Baca juga : Wakil Ketua MPR:: Wacana Pemerintah Terapkan PPN Bahan Pokok Berpotensi Langgar Sila Kelima

NU dan Muhammadiyah memiliki peran penting di berbagai sektor. Oleh karena itu, Yusuf mengimbau masyarakat untuk membesarkan kedua organisasi Islam tersebut.

"Misal sakit, ayo ke rumah2 sakit NU dan Muhammadiyah juga. Tar NU dan Muhammadiyah, bikin terus ekosistem perjuangan sosial, seni, budaya, dan ekonomi, lebih masif dan lebih menggurita lagi. Sehingga punya daya, power, dan alat tawar yang ciamik banget," tuturnya.

"Abis itu, jangan ragu masuk ekosistem politik sekalian. Percuma juga jadi kawanan dan sekawanan. Bila gak megang rules. Gak megang kendali," imbuhnya.

Baca juga : Ketua MPR RI Sentil Kemendikbud dan Tegaskan Pentingnya Pendidikan Pancasila

Yusuf menilai, kekuatan NU dan Muhammadiyah nyata. Dia menyebut kekuatan lebih besar bisa didapatkan ketika keduanya bersatu.

"Wuidih... Jeger-jegeran dah. Ambil 1 yang paling gede, dari masing-masing entiti, masing-masing jenis, jadi ownernya. Lalu diorkestrai dan mengorkestrai dirinya sendiri.. Ngelead bangsa dan negeri ini. Asli serem nih... Serem seneng. Serem bahagia," ujarnya.

Yusuf yakin, Indonesia tetap utuh, damai dan ketenangan menyelimuti rakyat, apabila NU dan Muhammadiyah bersatu.

Baca juga : Media Harus Terapkan Asas Prudent Dalam Pemberitaan Kasus Dugaan Tindak Pidana

"Dan kolaboratif dengan stake holders lain di neger ini. Sekalian ngawal pemerintahan agar berjalan semakin sesuai dengan nafas Proklamasi, Pancasila, dan UUD 1945. Ah, kangen bicara-bicara dengan narasi kebangsaan dan kenegaraan. Nyata sekali, kekuasaan dan kekuatan, ada kaitannya banget-banget dengan seluruh sendi di negeri ini. Saya percaya kekuatan niat baik semua pihak. InsyaaAllah negeri ini malah bersatu padu semuanya. Tanpa kecuali," ungkapnya.

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal