LampuHijau.co.id - Kabar reshuffle (perombakan) kabinet menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin menguat pasca Pilpres 2019. Pihak Istana sendiri menyebut, kemungkinan Jokowi me-reshuffle kabinet setelah Idul Fitri.
"Kalau sampai Lebaran saya kira tidak ada. Saya tidak tahu setelah Lebaran, kemungkinan itu bisa saja," papar Staf Khusus Presiden, Johan Budi di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, kemarin.
Akan tetapi, Johan sendiri tidak bisa memastikan apakah reshuffle di Kabinet Kerja akan berjalan pada bulan Juni 2019. Yang pasti, Jokowi selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja para menterinya. "Bahwa Pak Presiden melihat atau mereview ke belakang untuk reshuffle. Selalu didahului evaluasi pak presiden dengan menterinya, dan tidak dilakukan dalam satu termin waktu tertentu," ungkap Johan.
Baca juga : Jika Kecurangan Masif, KPU Harus Siap Pemilu Ulang
"Evaluasi itu dilakukan setiap saat dan Presiden Jokowi selalu kroscek kinerja pembantunya kepada semua pihak. Tapi saya dengar tidak sebelum Lebaran karena menghadapi banyak hal," sambungnya.
Namun sayang, Johan juga tidak bisa memastikan siapa saja nama menteri yang akan direshuffle. "Itu hak prerogatif presiden," tandas Johan.
Sementara, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengaku pasrah jika Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dicopot dari jabatannya. Lukman yang merupakan politisi senior PPP diketahui terjerat dalam kasus mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy terkait kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama.
Baca juga : Nyoblos di Osaka Jepang, Ahok Hampir Kehilangan Hak Suara
"Soal reshuffle itu wilayah prerogatif presiden, jadi kalau kami yang di partai tidak hanya PPP tapi juga partai lain yang punya menteri, itu terserah pada presidennya saja," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, kemarin.
Partai, lanjut Arsul, akan mematuhi semua keputusan presiden jika nanti menteri agama dicopot. "Kita serahkan sepenuhnya pada presiden. Partai kewajibannya kalau ada kadernya di kabinet dicopot kemudian diminta oleh presiden untuk siapkan kader lain, kami siap untuk sampaikan pada presiden kader lain (pengganti)," tandasnya.
Diketahui, belakangan nama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ikut terseret dalam kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Kasus ini mencuat saat mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy terjaring OTT KPK, (15/3/2019) di Surabaya.
Baca juga : Rahasia Chika Jessica Makan Banyak Tapi Tetep Langsing
Berbagai fakta yang didapat mengarahkan Lukman ikut ambil bagian dalam kasus jual beli jabatan di Kemenag bersama Rommy, panggilan akrab Romahurmuziy. Banyak pihak yang memprediksi nasib Lukman akan serupa dengan Rommy, menjadi pesakitan atas kasus jual beli jabatan. (DED)