LampuHijau.co.id - Rapat Pleno Terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bekasi pada Selasa dini hari (7/5/2019), diwarnai ketegangan antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golongan Karya (Golkar).
Berdasarkan rekaman video yang tersebar, ketegangan dimulai ketika Wakil Ketua DPD Golkar yang saat itu sebagai Saksi Mandat, Budiarta, memprotes hasil pleno karena ketidaksesuaian data antara C-1 dan DA-1 PPK Kedung Waringin. Budiarta mengambil contoh dengan berulang kali menyebutkan hasil perolahan suara PPP yang berbeda di Desa Waringin Jaya dan Desa Karang Sambung.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi Anwar Musyadad, yang saat itu berada lokasi untuk memantau geram dengan Budiarta yang terus menyebutkan PPP dalam rapat pleno. Anwar tampak memprotes sikap Budiarta yang terkesan kecewa dengan hasil pemilihan dengan terus menyudutkan PPP. Seketika pentolan PPP ini menghampiri Budiarta sehingga sempat menimbulkan ketegangan.
Baca juga : Kadis Pendidikan Kabupaten Bekasi Dorong Wilayah Pesisir Melek Teknologi
Di media sosial, Anwar menuliskan mengaku aneh dengan saksi Golkar yang terkesan terlalu mengurusi partai berlambang kakbah. “Masa saksi partai lain yang diurusin suara partai PPP terus, kan saya sebagai pimpinan tidak merasa memberi mandat ke dia untuk urus suara PPP,” tulis Anwar.
Menurut Anwar, jika alasan Golkar suara antar caleg PPP tertukar sehingga menggagalkan Golkar mendapatkan dua kursi, tidak masuk akal.
Budiarta ketika dikonfirmasi mengakui ada perdebatan di rapat pleno tersebut. Namun demikian, perbebatan itu hanya sebatas di ruang rapat, selebihnya ia mengaku tidak ada masalah pribadi dengan Anwar dan PPP.
Baca juga : Ketua KPPS di Bogor Tewas Karena Kecelakaan Usai Rapat Pleno
"Dinamika politik beradu argumen. Kita menemukan ada perbedaan C-1 dengan DA-1 di beberapa TPS di Desa Waringin Jaya dan Karang Sambung,” katanya.
“Saya ambil contoh itu. Itu kita namakan kelalaian, tapi kok di beberapa TPS. Masa kami tidak boleh mempertanyakan itu ke penyelanggara? Bukan kami ngurusi PPP,” terang Budiarta ketika dihubungi.
Budiarta juga mengatakan, secara pribadi tidak ada persoalan dengan Anwar “Secara pribadi tidak ada masalah. Itu hanya di forum itu saja,” paparnya.
Baca juga : Ratusan Personel Gabungan Bersihkan APK di Jakut
Budiarta mengkaim, Golkar seharusnya berpotensi 2 kursi di dapil 5 namun adanya kejanggalan membuat Golkar diprediksi hanya satu kursi. “Saya serahkan ke partai apa ke Bawaslu atau tidak terkait ada perselisihan suara,” tuturnya. (DIR)