LampuHijau.co.id - Belakangan ini, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin terus digoyang posisinya dari ketua umum (ketum PKB) dengan munculnya desakan Muktamar Luar Biasa (MLB). Kendati demikian, Cak Imin tetap kokoh.
Cak Imin bisa lengser dari ketum PKB bila direstui Mbah Ma'ruf Amin. Demikian analisis seorang sumber terpercaya di DPP PKB yang sangat dekat dengan Wapres Ma'ruf Amin.
Sebagai informasi, ratusan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabarnya ingin melengserkan Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin. Tetapi, desakan itu tidak akan mudah terwujud.
Selain masih memiliki banyak dukungan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan DPC, Cak Imin juga diklaim hanya bisa dilengserkan jika direstui Wakil Presiden, Ma’ruf Amin. Sumber yang dekat dengan Ma’ruf Amin mengatakan, Wakil Presiden ke-13 RI itu adalah salah satu pendiri PKB.
Baca juga : Cuaca dan Air Pasang Pengaruhi Ketinggian Banjir di Tanah Bumbu
Selain itu, Ma’ruf juga merupakan Ketua Dewan Syuro pertama partai yang berdiri di era Reformasi 1998 silam. “Jadi, Cak Imin hanya bisa dilengser kalau ada restu Abah (Ma'ruf Amin) mengingat Abah adalah pendiri PKB dan mantan Ketua Dewan Syuro PKB,” ucap sumber itu, Selasa, 13 April 2021.
Mengenai sejarah pendirian PKB yang tercantum di situs pkb.id, peran Ma’ruf Amin memang sangat besar. Ma’ruf yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU/Koordinator Harian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), merupakan Ketua Tim Lima yang dibentuk melalui Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU tanggal 3 Juni 1998.
Forum ini membentuk Tim Lima yang diberi tugas untuk memenuhi aspirasi dari warga NU di seluruh pelosok tanah air yang mendesak pembentukan partai politik. Selain Ma’ruf sebagai ketua, Tim Lima beranggotakan K. H. M. Dawam Anwar (Katib Aam PBNU), Dr. K. H. Said Aqil Siroj, M.A. (Wakil Katib Aam PBNU), H. M. Rozy Munir, S.E., M.Sc. (Ketua PBNU), dan Ahmad Bagdja (Sekretaris Jenderal PBNU).
Untuk mengatasi hambatan organisatoris, Tim Lima itu dibekali Surat Keputusan PBNU. Selanjutnya, untuk memperkuat posisi dan kemampuan kerja Tim Lima seiring semakin derasnya usulan warga NU yang menginginkan adanya partai politik, maka Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU pada tanggal 20 Juni 1998 memberi Surat Tugas kepada Tim Lima.
Baca juga : Azis Syamsuddin: Sepakat Perkuat Kejaksaan, DPR RI Tinggal Tunggu Surpres Saja
Selain itu, juga dibentuk Tim Asistensi yang diketuai oleh Arifin Djunaedi (Wakil Sekjen PBNU) dengan anggota H Muhyiddin Arubusman, H. M. Fachri Thaha Ma`ruf, Lc., Drs. H Abdul Aziz, M.A., Drs. H Andi Muarli Sunrawa, H.M. Nasihin Hasan, H. Lukman Saifuddin, Drs. Amin Said Husni, dan Muhaimin Iskandar. Tim Asistensi bertugas membantu Tim Lima dalam mengiventarisasi dan merangkum usulan yang ingin membentuk parpol baru, dan membantu warga NU dalam melahirkan parpol baru yang dapat mewadahi aspirasi poitik warga NU.
Pada akhirnya, di akhir Juni 1998, setelah inisiator pembentukan parpol bagi warga NU, K. H. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur bersedia menginisiasi kelahiran parpol berbasis ahlussunah wal jamaah dan mendapat dukungan deklarator lainnya, yaitu K. H. Munasir Ali, K. H. Ilyas Ruchiyat, K. H. A. Mustofa Bisri serta K. H. A. Muchith Muzad. PKB pun terbentuk.
Dengan peran dan kedekatan yang ia miliki, Ma’ruf Amin pun pada beberapa kesempatan menegaskan bahwa ia akan sedih jika terjadi sesuatu pada PKB.
Salah satunya ia sampaikan pada penutupan Muktamar VI PKB di Nusa Dua Bali, 22 Agustus 2019. "Saya Ketua Dewan Syuro pertama PKB. Sebagai orang yang ikut mendirikan PKB dan sebagai Ketua Dewan Syuro pertama PKB, tentu sangat resah kalau (PKB) melemah, saya ikut sedih. Dan kalau PKB kuat, tentu saya akan ikut gembira. Karena itu ketika ada tanda-tanda melemah, saya ikut mendorong,” tegas Ma’ruf saat itu.
Muhaimin Iskandar sendiri belum menanggapi gonjang-ganjing PKB. Pada akun twitter-nya, @cakimiNOW, Wakil Ketua DPR RI itu hanya mengunggah sebuah pesan beruapa ajakan bersabar. "Ngingetin sabar itu gampang, tapi sangat sulit untuk bisa bersabar. Yuk belajar sabar. Kalau kita ingin bersama Allah,” tulisnya di akun bercentang biru tersebut.(AGS)