Ketua MPR: Penyerangan Mabes Polri Jadi Alarm Keras, Aparat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 1 April 2021, 10:37 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Penyerangan terhadap Mabes Polri dinilai oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo merupakan alarm keras, agar seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan kelompok teroris. Aparat kepolisian di berbagai daerah juga diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga objek vital masyarakat.

Selain itu, pria yanng akrab disapa Bamsoet ini mengatakan, Polri, BIN, BAIS, dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen, sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris. Begitupun dengan BNPT hingga TNI yang harus memaksimalkan perannya.

Baca juga : Penyerang Mabes Polri Tinggalkan Surat Wasiat

"Keberadaan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadikan tidak ada alasan lagi bagi aparat hukum untuk mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan cukup dalam penanggulangan terorisme seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya," tegasnya dalam pernyataan tertulis, Rabu (31/3/2021) kemarin.

Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat untuk tidak menghubungkan pakaian khas agama yang digunakan oleh penyerang Mabes Polri dengan agama tertentu. Sehingga tidak perlu ada stigma bahwa teroris berasal atau membawa salah satu agama.

Baca juga : Penyerang Mabes Polri Punya Kartu Anggota Klub Menembak

"Walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya. Siapapun dengan motif apapun bisa berada dibaliknya," jelas Bamsoet.

Muslim Indonesia adalah muslim yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta'adul (keadilan). Sikap si penyerang tersebut sangat jauh dari itu semua. Menurutnya, tindakan terorisme bukan hanya menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan. Melainkan juga kejahatatan terhadap persatuan dan kedaulatan kebangsaan.

Baca juga : Gawat, Video dan Tayangan Penembakan di Mabes Polri Bisa Menginspirasi Jaringan Teroris 

Karenanya, dengan gotong royong seluruh kekuatan elemen bangsa, negara tidak boleh kalah oleh teroris. "Walaupun dalam beberapa hari ini sudah terjadi dua peristiwa teroris yang mencengangkan, bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Mabes Polri, masyarakat harus tetap tenang dan waspada," imbaunya.

"Bangsa Indonesia sudah membuktikan selama ini bisa hidup rukun dan damai antar pemeluk agama. Yang dilawan bukanlah sesama pemeluk agama, melainkan teroris sebagai orang yang tidak memiliki agama, yang tidak pantas hidup di bumi Indonesia," pungkas Bamsoet. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal