Nggak Nongol di Ijtimak Ulama III, Sandiaga Uno Mundur Perlahan?

Jumat, 3 Mei 2019, 01:05 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Dalam situs resmi KPU RI dalam melakukan penghitungan suara Pilpres 2019 pada Kamis (2/5/2019) kemarin, paslon capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin terus unggul atas Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-KH Ma'ruf Amin meraih suara sebanyak 52.459.972 atau 56,08 persen. Sedangkan, paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya memperoleh suara 41.080.786 atau 43,92 persen. Sampai saat ini dari seluruh perhitungan surat suara yang didapatkan, kedua paslon berdasarkan salinan formulir C1 sebanyak 497.209 tempat pemungutan suara (TPS) dari jumlah total mencapai 813.350 TPS.

Menanggapi hasil resmi sementara dari KPU RI, nampaknya tak terlalu digubris oleh capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ia justru lebih mengapresiasi hasil Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional III, yang dilaksanakan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/5) lalu. Prabowo mengatakan, rekomendasi Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional agar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga akan menempuh jalur yang konstitusional dalam menyampaikan keberatan atas terjadinya berbagai kecurangan dan kejahatan terstruktur, sistematis, dan masif dalam proses Pemilihan Presiden 2019, sangat tegas dan masuk akal.

"Alhamdulillah, saya kira cukup komprehensif dan tegas. Terima kasih," kata Prabowo seusai menghadiri Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional III.

Baca juga : Nggak Nongol saat Deklarasi Kemenangan, PAN Bakal Merapat ke Kubu Petahana?

Prabowo sendiri menegaskan, tidak akan menyerah menghadapi kecurangan dalam penghitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU RI. Ia juga menyatakan sama sekali tidak ada ambisi pribadi. "Saya tidak ada ambisi pribadi untuk jabatan. Demi Allah, saya dan Sandi hanya alat untuk meraih kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.

Prabowo pun mengaku akan selalu berada di barisan rakyat. "Selama rakyat menghendaki, saya akan terus berjuang. Saya tidak akan menyerah," tegas Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sementara, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menegaskan pertemuan tim sukses kubu 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang berkedok Ijtimak Ulama III bertujuan menyesatkan umat dalam menyikapi hasil Pemilihan Presiden 2019.

"Mulai dari delegitimasi KPU, meminta pemilu ulang sampai dengan meminta Pak Jokowi didiskualifikasi. Mereka kalap, tabrak kiri, tabrak kanan, termasuk menggunakan manuver yang diberi label Ijtimak Ulama," tutur Ace kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Baca juga : OSO Lebih Berpeluang Jadi Menteri Jokowi Ketimbang Wiranto

Justru, kata Ketua DPP Partai Golkar ini, kubu 02-lah yang sebenarnya memainkan wacana kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif. Contohnya, kata Ace, ketika diminta untuk menunjukkan tudingan kecurangan ke publik kubu 02 tidak mau terbuka.

"Ini artinya mereka merengek-rengek pada lembaga yang kredibilitasnya sedang mereka hancurkan," tandas Ace.

Dihubungi terpisah, pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati justru mempertanyakan ketidakhadiran dan tak diundangnya cawapres 02 Sandiaga Uno di acara Ijtimak Ulama III. Dirinya pun menilai, jika mantan wagub DKI Jakarta itu secara perlahan mulai mundur dari pertarungan politik pasca Pemilu Presiden 2019.

Apalagi, sebelumnya Sandiaga juga tak hadir dalam sejumlah deklarasi kemenangan yang dilakukan oleh Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Baca juga : GMTPC Desak Pemilu Jurdil dan Tolak Kecurangan

"Saya pikir Sandiaga Uno itu rasional sekali dalam menyikapi situasi politik saat ini. Daripada hanyut dalam perdebatan hasil pemilu yang tiada henti dan sudah jelas siapa yang menang, lebih baik mundur dan menenangkan diri,” tegas Wasisto saat dikonfirmasi wartawan, kemarin.

Menurut Wasisto, langkah Sandiaga tersebut semata untuk menenangkan diri, bukan bagian dari strategi mempertahankan citranya agar tetap positif. (DED)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal