LampuHijau.co.id - Tim bulutangkis All England Indonesia harus menelan pil pahit setelah didiskualifikasi oleh panitia terkait Covid-19. Hal inipun langsung menjadi polemik, karena ada kejanggalan dalam permasalahan tersebut dan membuat kerugian dan kecewaan bagi negara dan rakyat Indonesia, khususnya pecinta olah raga bulutangkis.
Anggota Komisi X DPR RI, Bramantyo Suwondo MM. IR menaggapi permasalahan ini. Dikatakannya, hal ini sudah menjadi catatan dan juga perhatian di Komisi X.
"Tim yang kita banggakan ini didiskualifikasi dan sudah kembali ke Tanah Air hari ini. Kita sudah membicarakan di dalam internal Komisi X, dan insya Allah, mungkin besok hari kita bisa rapat dengan Kemenpora.
Baca juga : Mantan Dirjen Kemenperin Dukung I Made Dana Tangkas Jadi Caketum IA ITB
All England ini salah satu isu yang akan kita angkat. Sehingga langkah apa yang harus kita laksanakan ke depannya dan harus dorong agar tidak adalagi kejadian seperti ini," tuturnya saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema 'Polemik All England dan Nasionalisme' di Media Center Parlemen Senayan, Senin (22/3/2021).
Lebih lanjut ia mengatakan, sangat menyayangkan kejadian ini dan harus terjadi kepada Tim Bulutangkis Indonesia. "Karena sebagaimana kita ketahui bahwa olahraga memang terlepas dari politik dan yang lainnya, mengedepankan sportipitas," ujarnya.
Menurutnya, yang kita alami kemarin itu ada kejanggalan. Pasalnya, tim kita ini sebelum berangkat sudah melaksanakan PCR dan keluar hasilnya negatif.
"Sampai di Ingggris pun juga melaksanakan PCR juga negatif dan juga mereka sudah melaksanakan vaksinasi," ungkapnya.
Sedangkan pada tanggal 17 kemarin, pun tim kita masih melaksanakan laga. Tetapi pada hari yang sama ternyata mendapatkan informasi dari kementerian kesehatan Inggris, dari 24 pemain, 20 pemain menerima informasi salah satu orang yang yang mengikuti flight di Turki ke Inggris mendapatkan covid-19. Untuk itu, tim kita kena isolasi mandiri.
"Tetapi anehnya adalah sebelumnya ini tim dari negara lain itu sempat diberitakan juga terpapar Covid-19. Tetapi mereka dari pihak panitia mengakomodir tes Covid-19, hingga tim mereka akhirnya dinyatakan negatif dan bisa berlaga kembali di All England. Nah, tim kita malah sebaliknya, tidak ada pengetesan kembali hingga dinyatakan aman untuk kembali berlaga," terangnya.
Baca juga : DKI Biayai Pengobatan Korban Aksi 21-22 Mei, Rekan Indonesia Puji Anies
Pada kesempatan yang sama, Anggota MPR RI FPDI-Perjuangan, Muchamad Nabil Haroen, S.Sos.I, S.Pd., M.Hum, mengatakan, untuk menunjukan harga diri bangsa kita, tak perlu memboikot tim Inggris. "Jadi, justru ketika kita memboikot kegiatan seperti itu menurut saya malah kita akan kehilangan kesempatan, karena All England ini adalah satu kasus dan kejuaraan-kejuaraan lain adalah kasus yang berbeda" ujarnya.
Sementara ia malah mengatakan, nanti kalau Inggris datang ke sini, kita nggak akan bikin mereka WO. "Jadi, kita undang aja ke sini cuma kita adu. Karena kalau saya, kalau kemudian kita memboikot pertandingan-pertandingan lain, saya kira kita akan kehilangan kesempatan. Karena All England meskipun dia perhelatan bergengsi, namun ini kan bagian salah satu bagian saja dari sekian banyak kejuaraan bulu tangkis yang ada di dunia, " tandasnya. (Asp)