Tuduh Sebar Kebohongan, Prabowo Anggap Media Massa Perusak Demokrasi

Rabu, 1 Mei 2019, 17:46 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Calon presiden Prabowo Subianto menyebut media massa sebagai perusak demokrasi. Sebab, media dinilai ikut menyebarkan kebohongan hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Pernyataan ini ia sampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day yang diselenggarakan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Tennis Indoor Senayan, Rabu (1/5/2019).

"Media-media juga, gua salut sama elu masih berani ke sini. Akan tercatat dalam sejarah, hai media-media kau merusak demokrasi di Indonesia. Ini saya bicara apa adanya kan? Betul? Betul. Ya gua harus bicara apa adanya dong. Yang tidak benar, ya tidak benar. Jangan kau balik," ujar Prabowo dalam sambutan.

Baca juga : Polres Tangsel Gelar Doa bagi Pejuang Demokrasi

Sebelum menuding media massa sebagai perusak demokrasi, Prabowo mengutip ucapan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Abraham Lincoln yang mengatakan "You can fool all the people some of the time and some of the people all the time, but you cannot fool all the people all the time". Lewat kutipan, Prabowo menegaskan ada saatnya rakyat muak dengan kebohongan dan kecurangan.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga memang menyebut kubunya menemukan banyak dugaan kecurangan dalam penghitungan suara Pilpres, yang merugikan pasangan nomor urut 02. Menurut Prabowo, seluruh rakyat Indonesia sudah mencatat sikap media di pemilu. Terlebih, rakyat juga telah mencatat kecurangan-kecurangan pemilu yang terjadi di lapangan.

Baca juga : Maia Estianty Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suara

"Para media, hati-hati kami mencatat kelakuanmu satu-satu. Kami bukan kambing-kambing yang bisa kau atur-atur. Hati-hati kau ya, hati-hati kau. Suara rakyat adalah suara tuhan," kata Prabowo dengan nada tinggi.

Mantan Danjen Kopassus menyatakan, demokrasi memiliki aturan main yang mengharuskan seluruh pihak patuh. Ia mengibaratkan demokrasi seperti sepak bola, di mana tim, wasit serta hakim garis harus jujur.

Baca juga : Kampanye di Luar Stadion, Prabowo Ngambek di Pakansari

"Tapi kami di mana-mana mendapat laporan (kecurangan). Yang kami heran dan sedih, adalah ada orang-orang di Indonesia yang merasa sangat kuat dan berkuasa," tandasnya.

Diketahui, media massa memang memberitakan keunggulan lawan Prabowo-Sandiaga di Pilpres, Jokowi-Ma'ruf Amin dalam quick count atau hitung cepat. Bukan hanya pasangan petahana, deklarasi klaim kemenangan Prabowo-Sandiaga juga diberitakan luas media massa. Termasuk dugaan kecurangan yang dilakukan oleh kedua kubu. (RIZ)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal