Di Tengah Kisruh KLB Partai Demokrat, Tiba-tiba Santoso Ganti Pengurus dan Diisi Keluarga

Minggu, 7 Maret 2021, 17:41 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Di tengah gunjang-ganjing Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Sumatera Utara, ternyata Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Santoso, diduga diam-diam pula melakukan pergantian dan pergeseran pengurus partai.

Lebih miris lagi, pengurus baru yang dimasukkan adalah orang-orang Santoso. Dan yang lama ada yang digantj atau digeser posisinya. Maka tak heran, pengurus baru sekarang diisi oleh keluarga dan konco-konco Santoso.

Berita Terkait : Upaya Mengurai Kepadatan, Arief: Pengunjung Pasar Tanah Abang Diawasi Ketat

"Gimana mau besar partai ini. Karena banyak orang baru. Anehnya, banyak pengurus baru yang menempati posisi strategis yang saat pileg 2019 lalu memperoleh sedikit suara," kata sumber yang enggan disebut namanya, Minggu (7/3/2021).

Bahkan seperti H. Hasan yang tadinya menjabat Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, diganti begitu saja tanpa ada jabatan pengganti. Karena di susunan pengurus baru yang katanya hasil revisi, nama Hasan tidak ada.

Berita Terkait : Ada Peserta Ngaku Diimingi Rp100 Juta, Inisiator KLB Demokrat Bantah dan Menduga Itu Mata-mata

"Nama Hasan hilang begitu saja. Diganti orang baru seperti Eko Anastasya dan Ricky dan didiga bukan kader partai sebelumnya. Pengurus hasil revisi saat ini mirip dinasty keluarga. Bahkan Dede Sri Rejeki, adik kandung Santoso yang belum pernah jadi pengurus partai sebelumnya, tiba-tiba jadi Wakil Bendahara," ungkap sumber itu.

Dijelaskan sumber itu, Eko Anastasya adalah anak dari Maryana Hararap yang selama ini belum pernah kerja di partai. Namun tiba-tiba jadi Wakil Sekretaris.

Berita Terkait : Jika KLB Demokrat, "Wanita Emas" Siap Gantikan AHY

"Ini memperkuat dugaan bahwa pak Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Ketum Partai Demokrat dibohongi Santoso. Sebab saat ini, ada dugaan Santoso tidak lagi gelar rapat dengan BPH Partai Demokrat DKI maupun dengan Dewan Konsultatif. Dan mengganti pengurus tanpa pleno diperluas. Ini akan menghambat partai berkembang," kata sumber yang mengaku loyalis AHY ini.

Ketika dugaan adanya kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) dalam revisi pengurus DPD Partai Demokrat DKI ini dikonfirmasi kepada Santoso selaku Ketua DPD Partai Demokrat DKI via WhatsApp, yang bersangkutan belum merespons. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal