LampuHijau.co.id - Kondisi partai politik di Indonesia memasuki babak baru yang oleh banyak pihak disebut memprihatinkan. Mulai dari kaderisasi anggota dan pengurus partai hingga kader politik yang instan.
Namun yang lebih parah lagi adalah "pembajak partai", dimana tidak membesarkan partai apalagi mengikuti jejak perjuangan partai tiba-tiba ingin menjadi orang nomor satu di partai (menjadi ketua umum).
"Dalam dunia militer orang semodel ini disebut sebagai insubordinasi dan indisipliner," demikian tanggapan Muhidin Muchtar ketika dihubungi wartawan, Minggu (7/3/2021).
Lebih lanjut Muhidin Muchtar bersama aktifis Jakarta akan memberikan dukungan dan support moral kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan mendeklarasikan Betawi Bela Demokrasi (BBD) dalam waktu dekat.
Baca juga : Muhidin Muhtar: Yusmada Harus Ingat Pesan Ahok
"Ini bukan sekadar soal demokrat sebagai parpol, tetapi KLB yang dipaksakan dengan baju kekuasaan adalah sebuah kedzoliman dan mengancam demokrasi," bebernya.
Karenanya lanjut pria asli Petamburan Jakarta Pusat ini BBD dibentuk sebagai dukungan penuh untuk AHY, terlebih Demokrat dan Betawi memiliki sejarah panjang sejak berdirinya, dan sudah tiga kali Pilkada DKI komitmen Demokrat mencalonkan anak Betawi sudah teruji.
"Sejak Fauzi- Priyanto di 2007, Fauzi Bowo-NARA di 2012 dan AHY-Sylvi di 2017. Demokrat selalu gandeng kader terbaik Betawi," tegasnya.
Ditempat terpisah, ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, Santoso, menduga terlaksananya KLB itu karena ada oknum dalam lingkaran kekuasaan yang mendukung kegiatan tersebut.
Baca juga : Muhidin Muhtar Siap Deklarasi Bang Azis Khafia Untuk DKI 1
"DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, sejak pertama kali mengetahui ada upaya-upaya pendongkelan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dilakukan oleh oknum Kader Partai Demokrat, menyatakan tegak lurus, setia, loyal dan mendukung kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat sebagaimana hasil Kongres V Partai Demokrat di Jakarta," kata Santoso kepada wartawan kemarin.
Sebagai bukti dukungan dan kecintaan, kader Partai Demokrat DKI Jakarta melakukan apel siaga penandatanganan dan cap jempol darah Kader Demokrat DKI Jakarta di Sekretariat DPD Partai Demokrat DKI Jakarta sebagai bentuk dukungan dan loyalitas kepada AHY.
"Sikap kami juga sebagai bentuk perjuangan agar Kebenaran ditegakkan serta membuka hati pemerintah untuk tidak berbuat dzalim kepada Partai Demokrat," jelas Santoso.
"Ini bukan tindakan gagah-gagahan tapi murni sebagai wujud kebulatan tekad kader Partai Demokrat DKI Jakarta," pungkasnya. Seperti diketahui, KLB Partai Demokrat di Sumatera Utara menetapkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum. KLB tersebut digelar oleh kubu yang kontra dengan Ketua Umum Partai Demokrat AHY, Jumat (5/3).
Baca juga : Muhidin Sarankan Anies Cabut PSBB
Moeldoko terpilih berdasarkan hasil voting cepat. Calon lainnya, yakni Marzuki Alie, memutuskan mundur. Kemudian, KLB menunjuk mantan Sekjen Demokrat itu sebagai Ketua Dewan Pembina. (DRI)