LampuHijau.co.id - Suasana duka menyelemuti keluarga besar almarhum Sungkono, anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di TPS 93, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi. Pria 62 tahun ini menghembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan di rumah sakit, karena kelelahan pasca Hari Pencoblosan 17 April, lalu. Sungkono meninggal dunia pada Selasa (30/4/2019) dini hari, di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bekasi.
Menurut Dalmujiati, istri almarhum, suaminya mengalami kelelahan dan mengeluh sakit setelah beraktifitas mengawasi sejumlah TPS yang dijaganya hingga sampai pada pengiriman logistik pemilu ke Kelurahan. "Sehari terakhir sebelum meninggal, almarhum mengeluh sakit di bagian dada. Wajah dan matanya terlihat lesu," katabya, saat ditemui di rumah duka, Gang Mangga, RT 03/15 Kelurahan Kota Baru, Bekasi, Selasa (30/4).
Baca juga : Kelelahan Merekap Penghitungan Suara, Anggota PPK Jatiwangi Jatuh Pingsan
Dalmujiati pun mengeluh lambatnya penanganan medis RSUD Kota Bekasi. Ia menegaskan, Sungkono tak kunjung mendapatkan penanganan dari dokter di RSUD sejak mendapat rujukan dari klinik setempat. Padahal, kata dia, seharusnya pihak RS telah siapkan penanganan khusus kepada pahlawan demokrasi yang menderita sakit usai bertugas di Pemilu 2019. Apalagi, diketahui tidak sedikit anggota Panwaslu dan KPPS yang gugur hingga kini.
"Kecewa. Sejak masuk tidak ada pertolongan dan tindakan dari pihak RS," tegasnya.
Baca juga : Survei LSPI: Aliran Dukungan Suara ke Prabowo Menguat
Tak hanya itu, Dalmujiati juga kecewa dengan kinerja Bawaslu Kota Bekasi. Kata Dalmujiati, suaminya hingga meninggal dunia tidak mendapatkan honor dari Bawaslu. Ironisnya lagi, sambungnya, pihak Bawaslu tidak terlihat hadir seorang pun menyampaikan bela sungkawa. Hingga, almarhum dimakamkan di TPU Karet, tak jauh dari rumah duka.
"Hak suami saya belum dibayarkan. Hanya mendapatkan uang makan saja sebagai Panwaslu," ucap ibu tiga orang anak.
Baca juga : Ungkapan Jokowi Semakin Friendly dengan Kaum Milenial
Keluarga pun berharap adanya kepedulian dari pihak terkait. Sehingga kemalangan yang dialami keluarga tersebut, juga tidak menimpa anggota lain yang telah menguras waktu dan tenaga, hingga nyawa untuk sukseskan Pemilu 2019. (DVD)