LampuHijau.co.id - Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menyoroti pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang di mulai sejak Januari 2020. PPKM pun dinilai masih belum berhasil menekan angka penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Untuk itu, ia mendesak agar aparat terkait pro-aktif dan sungguh-sungguh dalam membantu para dokter dan tenaga kesehatan (nakes), dalam penanggulangan Covid-19.
“Mari kita hargai pengorbanan dan kerja keras para dokter dan tenaga kesehatan dihargai melalui tindakan nyata aparat, terkait membantu dalam implementasi pengawasan ektra ketat, sehingga angka penyebaran Covid-19 dapat di tekan. Saya juga mohon kepada masyarakat untuk dapat menghargai realitas yang ada," tutur Azis Syamsuddin, Rabu (3/2/2021) kemarin, dalam siaran persnya.
Baca juga : Bentuk Ikhtiar dan Tawakal Cegah Covid-19, Jaksa Kejari Depok Bagi-bagi Sajadah
Bahkan, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa berkaitan PPKM 11 Januari-25 Januari, masih tidak efektif. Mobilitas juga masih tinggi, dan memiliki indeks mobility-nya ada, sehingga di beberapa provinsi Covid-nya tetap naik.
“Pernyataan Bapak Presiden memang sesuai kenyataan. Maka DPR mendesak kesadaran gotong-royong oleh Pusat, Daerah, aparat penegak hukum, Ormas/LSM, RT/RW hingga kesadaran individu dalam memiliki kepekaan dan tindakan implementasi nyata dalam penanggulangan Covid-19," lanjutnya.
Baca juga : Dukung Penanganan Covid-19, Polres Subang Apresiasi Tim Medis RSUD Ciereng
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Golkar itu mengungkapkan, Pemerintah Pusat dari tahun lalu sudah mencoba berbagai metode penanggulangan pandemik, sehingga tidak mengganggu perekonomian baik nasional maupun kesejahteraan masyarakat. Hal ini dinilai perlu di dukung oleh kesadaran individu baik oleh masyarakat maupun aparat penegak hukum.
“Kan sudah ada banyak sekali regulasi yang disiapkan agar tidak menggangu kesejahteraan masyarakat. Jadi, tolong di dukung usaha dan kerja keras pemerintah dengan memiliki kesadaran dan kepekaan individu. Kuncinya adalah implementasi dan pengawasan protokol kesehatan harus berjalan sesuai pengetahuan yang sudah disosialisasikan oleh pemerintah. Jangan mengenyampingkan Prokes," tambahnya.
Azis Syamsuddin juga mengharapkan, agar aparat keamanan jangan ragu-ragu, lelah, dan lengah dalam menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan. “Jangan ragu-ragu, lelah, dan lengah, serta juga jangan malas. Kita harus bahu-membahu membantu para dokter dan tenaga kesehatan dalam menekan angka Covid-19.
Jiwai filosofi makna gotong royong dalam konteks pandemik saat ini, maka kita pasti bisa melalui masa-masa sulit ini. Jangan ada lagi korban dalam pandemik ini, setiap jiwa manusia itu penting," pungkasnya.