Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Anggota Komisi IX DPR Ingin Pemerintah Lakukan Lockdown Total Akhir Pekan

Senin, 25 Januari 2021, 15:02 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dinilai belum berjalan efektif. Pasalnya, penambahan kasus Covid-19 masih juga sangat tinggi.

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, daripada hanya memperpanjang PPKM, lebih baik pemerintah melakukan lockdown total akhir pekan, mulai Jumat malam pukul 19.00 WIB hingga Senin pukul 05.00 pagi. "Selama dua hari tiga malam, semua orang tidak boleh lagi keluar rumah. Itu terutama di daerah zona merah dan oranye di seluruh Indonesia. Nanti dia hanya boleh keluar lagi pada Senin jam 5 pagi," terangnya, Senin (25/1/2021).

Menurutnya, PPKM di Jawa-Bali selama ini dinilai belum berjalan efektif. Hal itu dikatakannya dapat terlihat dari penambahan kasus harian Covid-19 yang masih cukup tinggi. Pada Minggu (24/1/2021), misalnya, berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, tercatat ada 11.788 kasus baru Covid-19. Secara akumulatif, ada 989.262 kasus hingga saat ini.

Baca juga : Tim Pemburu Covid-19 Razia Tempat Hiburan di Hotel, 4 Anggota Polri Ditemukan Berada di Lokasi

Meskipun begitu, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM di Jawa-Bali, seiring berakhirnya PPKM periode pertama pada Senin (25/1/2021) hari ini. PPKM diperpanjang selama 14 hari, mulai 26 Januari hingga 8 Februari mendatang.

Dikatakan Saleh, jika semua orang berada di dalam rumah secara menyeluruh selama dua hari tiga malam secara bersamaan, diharapkan akan berdampak pada menurunnya tingkat penyebaran virus.

"Kalau misalnya tidak lockdown seperti itu, apa yang dilakukan sekarang hanya sampai jam 7 malam. Kemudian aktivitas lainnya tetap, ya masih ada penyebaran di sana sini. Tapi kalau lockdown enggak ada yang boleh keluar, kalau keluar diberi ketegasan denda, banyak orang nggak keluar. Jadi, menurut saya itu rumusnya," jelasnya.

Baca juga : Dana Covid 19 Diduga Ditunggangi Kepala Daerah, Anggota Komisi II & III DPR RI Minta Tindak Tegas dan Hukum Mati!

Lebih lanjut Saleh mengatakan, lockdown akhir pekan bukan hal baru. Langkah tersebut pernah dilakukan di sejumlah kota besar di Turki. "Di kota-kota besar di Turki menerapkan dan dampaknya besar. Ada pengaruhnya, secara rasional itu ada pengaruhnya.

Kalau yang sekarang kita lakukan belum cukup menghambat. Tapi kalau lockdown akhir pekan, itu bisa menghambat dan tidak mengganggu ekonomi karena orang masih bisa melakukan aktivitas ekonomi dari Senin sampai Jumat," terangnya.

Saleh juga mengatakan, untuk menangani pandemi Covid-19, maka harus ada yang dikorbankan.  "Liburan sementara di rumah, ini kan mau menghilangkan Covid, harus ada yang dikorbankan. Nggak bisa semuanya kita dapat," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal