Jadwal Pilgub DKI Masih Digodok DPR RI, Risma Sangat Potensial, Tapi Tidak Mudah Kalahkan Anies

Senin, 11 Januari 2021, 23:46 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengatakan Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma memang potensial bertarung dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta berikutnya. Namun, dia mengingatkan, tak mudah untuk melawan Anies Baswedan selaku petahana. "Kalau membaca secara umum, Risma potensial, tapi melawan dan menantang petahana itu bukan perkara gampang," ujarnya saat dihubungi wartawan kemarin.

Anies, dia melanjutkan, memiliki pemilih loyal atau loyal voters yang kuat. Pendukung Gubernur DKI itu juga solid untuk memenangkan jagoannya. Di sisi lain, suara PDIP di Jakarta kalah dari partai lainnya. Apalagi, tambah Adi, basis pemilih Ibu Kota anti Jokowi. "Kalau memang Risma dipaksakan maju di Pilkada Jakarta, PR-nya (pekerjaan rumah) banyak. Melawan petahana, melawan basis yang selama ini memang PDIP dan Jokowi kalah," jelas Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini.

Berita Terkait : Antisipasi Lonjakan Corona, Pemprov DKI Kembali Perpanjang PSBB Transisi Hingga 21 Desember

Menurut dia, kebanyakan pemilih lebih mengutamakan sentimen primordial ketimbang rekam jejak calon. Sentimen primordial yang dimaksud, yakni siapa yang memiliki kedekatan terhadap agama atau kelompok tertentu. Akan tetapi, Adi mengingatkan, Pilkada tak memungkinkan digelar 2022 jika merujuk pada undang-undang saat ini. Undang-Undang Pilkada mengatur bahwa pemilihan diselenggarakan serentak pada 2024. Kursi kepala daerah yang kosong di 2022 dan 2023, lanjut dia, bakal diisi oleh pelaksana tugas.

Sementara itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono meyakini, Tri Rismaharini tidak akan mencalonkan diri dalam kontestasi Pilgub DKI 2022. Menurutnya, Risma akan konsisten menyelesaikan tugasnya sebagai Menteri Sosial. "Ketika bicara kontestasi Jakarta, apakah Bu Risma akan maju? Saya yakin haqqul yaqin Bu Risma akan fokus serius menjadi menteri sosial seperti itu," ucap Gembong saat dikonfirmasi wartawan, Senin (11/1).

Berita Terkait : Beredar Video Ridwan Saidi Minta Anies Pilih Juaini Jadi Sekda

Gembong kembali mengingatkan tawaran satu jabatan publik kepada Risma bukan kali ini saja. Saat masih menjabat sebagai Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, politikus PDIP itu sempat digadang-gadang menjadi Menteri Sosial saat pembentukan kabinet kerja Jokowi-Ma'ruf. Namun, kata Gembong, tawaran itu ditolak dengan alasan ingin fokus dan menuntaskan tugas wali kota. Bercermin dari kondisi itu pun, Gembong memastikan Risma tidak akan masuk dalam bursa Pilgub DKI 2022.

Sementara untuk kandidat bakal calon Gubernur DKI, Gembong menyatakan, PDIP sudah menyiapkan sejumlah nama."Yang pasti Bu Risma akhir-akhir ini ditugaskan presiden untuk menyelesaikan persoalan sosial di Kementerian Sosial. Kalau PDIP sudah selalu siap (nama bakal calon Gubernur DKI)," tuturnya.

Berita Terkait : DPRD Duga Pembagian Bansos Gunakan Data Tidak Aktual

Ditempat terpisah, fungsionaris Partai Demokrat DKI Jakarta, Nurafni Sajim mengungkapkan jika koalisi parpol di pilgub masih sangat terbuka. Hal itu, disebabkan masih menyisakan waktu yang sangat panjang. "Semua parpol sangat terbuka kesempatan untuk berkoalisi. Termasuk jika nantinya ada koalisi biru di pilgub mendatang," ujar anggota Komisi B DPRD DKI itu kemarin.

Namun, untuk mencapai koalisi perlu adanya komunikasi yang dilakukan secara intens oleh parpol-parpol. Untuk saat ini, parpol di DKI masih terkonsetrasi dalam membantu penanganan dan penanggulangan covid 19. "Jadi kalau bicara koalisi sekarang, masih sangat prematur. Apalagi pilgub DKI masih belum bisa dipastikan akan digelar pada 2022 atau 2024," ungkapnya.
(SFN/DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal