LampuHijau.co.id - Ada 14 provinsi yang siap membuka sekolah untuk pembelajaran tatap muka. Antara lain Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, NTB, Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Sulawesi Barat. ’’Dari kajian kami, dari rekap kami. Daerah yang sudah siap ada 14 daerah provinsi. Meskipun setiap daerah tidak ada yang mutlak, tidak ada yang 100 persen bisa siap betul, tapi tetap bergelombang itu,’’ jelas Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri, Selasa (5/1).
Terdapat juga wilayah yang akan melakukan blended learning atau mengadopsi PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ), yaitu Maluku, Sumatera Barat, NTT dan Papua. Sementara itu, yang belum siap ada 16 Provinsi. ’’Kemudian yang belum siap, menunda pembelajaran tatap muka ada 16 provinsi. Masih menunda mungkin satu atau dua bulan untuk pembelajaran tatap muka,’’ kata dia.
16 provinsi yang menunda tersebut adalah Aceh, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Bengkulu, Jambi, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Papua Barat dan Sulawesi Tengah.
Sedangkan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) melakukan survei dengan menggunakan aplikasi google form terkait persepsi para guru atas rencana pemerintah membuka sekolah pada Januari 2021. Survei dilakukan pada 19-22 Desember 2020, dengan 6.513 responden guru dari provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DIY, Kalimantan Tengah, Bengkulu, Jambi, NTB, NTT, Papua dan Papua Barat.
Hasil survey itu menjelaskan guru yang setuju dengan sekolah tatap muka sebanyak 49,36%, 45,27% tidak setuju dan ragu-ragu sebesar 5,37%. Responden survei terdiri dari pengajar pada jenjang SMP/sederajat sebanyak 44,52%, pengajar jenjang SD/sederajat 25,32%, pengajar jenjang SMA 15,35% dan jenjang SMK 14,60%, sedangkan sisanya 0,21% mengajar di SLB.(MW/NET)