PDIP dan Gerindra Masih Rahasiakan Mitra Koalisi, Tahun 2021 Parpol Siapkan Mesin Partai Hadapi Pilgub DKI 2022

Jumat, 25 Desember 2020, 11:11 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta yang akan digelar pada 2022 membuat parpol-parpol melakukan pembenahan di awal 2021 mendatang. Sebab, jika pilgub DKI 2022 digelar dibutuhkan kekuatan mesin partai yang mumpuni agar bisa memenangkan cagub atau cawagub yang akan diusung pada hajat demokrasi lima tahunan warga Ibukota  mendatang. Adalah Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Gembong Warsono yang sudah mengungkapkan partainya saat ini sedang memproyeksikan sejumlah agenda penguatan struktur partainya. "2021 yang utama kita lakukan menjaga soliditas dan kapasitas kepengurusan pada masing-masing tingkatan," ujar Ketua Fraksi PDIP di DPRD DKI itu kepada Lamjojek, Selasa (22/12).

Menurut loyalis Megawati Soekarnoputri ini, konsolidasi struktur partai di tiap tingkatan sudah rampung hingga tingkat terbawah. Memasuki 2021, diperlukan bangunan yang kuat di internal. "Kuat ukurannya bagaimana ? Apakah kursi ukurannya. Saya kira yang utama harus mampu menterjemahkan kebijakan partai baik mesin dan penguatan platform kebijakan partai," bebernya.

Terkait dengan wacana pilgub DKI akan digelar pada 2022 mendatang, politisi dapil Jakarta Selatan ini mengakui partainya dalam kondisi onfire menghadapi sejumlah agenda politik di DKI dan nasional. "Kapan pun hajat politik digelar, apakah itu pilgub atau apapun agenda lainnya, mesin PDI Perjuangan akan selalu siap. Apakah akan bertarung pilgub 2022 atau 2024, kita siap," jelasnya.

Baca juga : Wisuda Ribuan Mahasiswa, Wamendes Minta Wisudawan Siap Hadapi Persaingan

Terkait dengan wacana koalisi, politisi yang sudah 10 tahun ngantor di Kebon Sirih ini memilih untuk tidak bicara panjang lebar. "Kita belum bicara koalisi. Kita bebenah diri melakukan konsolidasi secara kontinyu," ucapnya.

Senada dengan Gembong, Sekretaris DPD Gerindra DKI Jakarta, Rany Mauliani pun mengungkapkan jika partainya akan berkonsolidasi untuk menguatkan struktur partainya menghadapi sejumlah agenda politik di Jakarta. "Gerindra DKI baru melakukan peremajaan struktural. Pastinya 2021 kita akan gas pool buat konsolidasi internal, khususnya strutural partai sampai tingkat akar rumput," bebernya.

Lebih jauh, dengan posisi Gerindra yang saat ini menduduki posisi wagub di DKI Jakarta. Tentunya Gerindra pun akan berupaya mengusung kader terbaiknya untuk maju dalam kontestasi pilgub DKI mendatang. "Kalau kita punya kemampuan untuk mengusulkan atau memajukan calon gubernur atau wagub, kenapa tidak," papar Ketua Fraksi Gerindra di DPRD DKI itu.

Baca juga : Ongen Sangaji Bagikan 30 Ribu Minyak Kayu Putih Buat RS dan Puskesmas di DKI

Untuk koalisi, anggota Komisi E DPRD DKI itu menegaskan, jika Gerindra saat ini memilih untuk wait and see sambil menunggu arahan partai. "Belum tahu arah koalisi seperti apa, kita lihat arahan partai saja. Yang pasti Gerindra akan berkoalisi dengan yang berpotensi menang," tandasnya.

Partai papan tengah di DPRD DKI, yakni PKB pun menyongsong 2021 dengan melakukan sejumlah pembenahan diinternal partainya. Diyakini, dengan sejumlah pembenahan di partai akan memperkuat struktur partai menghadapi agenda politik di DKI. "Target minimal partai kami di pileg mendatang mengirimkan satu kursi pada setiap dapil. Tentunya perlu ada penyegaran pada struktur untuk menjadikan pengurus lebih bergairah dalam membesarkan partai di DKI," ujar Bendahara PKB DKI, Yusuf kemarin.

Penyegaran yang dilakukan partainya, tidak terlepas dari masa bakti pengurus yang akan berakhir pada 2021 mendatang. Di era milenial, sambung Sekretaris Fraksi PKB itu partainya pun akan mengedepankan kader muda masuk dalam kepengurusan. "Kalau pilgub DKI 2022, PKB berkinginan mengusung cagub atau cawagub. Kita tidak ingin salah memilih orang. Koalisi terlalu dini, karena itu menjadi keputusan partai," ungkap sekretaris  Komisi C DPRD DKI itu.

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal