Prabowo Ditantang Buktikan Klaim Menang Pilpres

Kamis, 25 April 2019, 18:45 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus, menyesalkan klaim kemenanganan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019) kemarin.

Menurut Tigor, klaim kemenangan di Padepokan Pencak Silat itu merupakan yang ketiga kali dilakukan Prabowo pasca pencoblosan Pemilu 17 April 2019. Padahal proses  penghitungan suara belum selesai di KPU.

"Klaim-klaim seperti ini tidak baik untuk pendidikan politik masyarakat. Proses penghitungan masih berjalan kok sudah mengklaim kemenangan," kata Tigor melalui keterangan tertulisnya, Kamis (25/4).

Berita Terkait : Prabowo-Puan Dinilai Punya Komitmen Sama dengan Jokowi

Tigor mengungkapkan, klaim kemenangan Prabowo sebesar 62 persen berdasarkan quick count, exit poll, dan real count internal BPN Prabowo-Sandi harus dapat dibuktikan secara akademik dan visual. Karena hasilnya, lanjutnya, berbeda jauh dengan 18 lembaga survei lain.

Jika memang hasil real count versi BPN Prabowo-Sandi berdasarkan formulir C1 yang dikumpulkan dari seluruh TPS di Indonesia, maka sulit melakukan kecurangan karena formulir C1 dipegang banyak instansi.

"BPN Prabowo-Sandi harus berani terbuka ke publik,  bagaimana cara penghitungannya,  apa metodenya, dan dimana lokasi sampling yang diambil.  Mereka harus berani terbuka dengan data supaya masyarakat dapat memahami" ujar Tigor.

Berita Terkait : Pertemuan Jokowi dan Megawati, Pengamat: Menyamakan Persepsi Menuju Pilpres 2024

Pada Pilpres 2014, Prabowo juga melakukan klaim serupa. Ketika itu Prabowo tidak percaya dengan hasil quick count yang memenangkan pasangan Jokowi-JK. Namun faktanya hasil quick count  terbukti benar dengan hasil relatif sama.

Selain itu, klaim kemenangan Prabowo dinilai terlalu prematur dan bisa jadi vumerang. Karena jika tidak terbukti maka akan kehilangan pendukungnya. "Jika memang ada yang merasa dicurangi, silakan tempuh proses hukum. Jangan main klaim kemenangan sedangkan proses masih berjalan. Ini berpontensi menciptakan konflik masing-masing kubu," pungkas Tigor.

Sekadar info, hasil sementara rekapitulasi KPU hingga pagi tadi, data yang masuk mencapai 220.969 TPS dari total 813.350 TPS. Jika dipersentasekan, data tersebut baru mencapai 27,16 persen. Hasil hitung sementara ini menunjukkan, Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul 55,46 persen. Sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapatkan 44,54 persen suara. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal