LampuHijau.co.id - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan, lambatnya proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI karena para anggota dewan sibuk kampanye untuk Pemilu 2019 kemarin. Pasalnya hingga saat ini, dua nama calon Wagub DKI Jakarta dari PKS yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto masih jalan di tempat.
"Sekarang sudah ada dua nama kan. Itu pun belum kita lanjuti. Sampai hari ini belum diparipurnakan. Karena apa? Kemarin masing-masing mereka (anggota) masih sibuk dengan kampanye," ujar Pras, sapaan akrab Prasetio Edi Marsudi kepada lampuhijau.co.id, Selasa (23/4/2019).
Baca juga : Mundur Gegara Jokowi Kalah Suara, BPN Ledek Bupati Madina Pendukung Petahana
Sementara, Pras yang juga caleg jadi DPRD DKI periode 2019-2024 berdasarkan beberapa lembaga survei, tak ingin menanggapi banyak terkait isu bakal baliknya Sandiaga untuk mendampingi Gubernur DKI Anies Baswedan. Ia mengatakan, itu bukan hak partainya untuk memberi suara. Sebab yang bisa memutuskan adalah dua partai pengusung Anies-Sandi pada Pilkada 2017 lalu, yakni Gerindra dan PKS.
"Kita lihat dulu aturannya, masalah etis gak etis (Sandi balik jadi Wagub DKI) itu logika aja. Itu sudah buat surat pengunduran. Logikanya aja, karena kami kan bukan partai pengusung. Jadi kita nunggu aja," kata Pras yang juga Sekretaris DPD PDIP DKI ini.
Baca juga : 22 TPS di Kota Tangerang Nyoblos Ulang
Karena Sandi sudah mengajukan surat pengunduran diri dari Wagub lantaran jadi Cawapres Prabowo, secara logika, surat yang diajukan ke Kemendagri itu tak mungkin dicabut kembali.
"Dua calon dari PKS yaitu Agung Yulianto dan Achmad Syaiku itu kan sudah bisa diparipurnakan. Seelah itu kita bisa mendapatkan satu hasil. Kalau tidak diterima, pengajuan lagi koalisi partainya. Nah, koalsi partai itu kan partai Gerindra dengan PKS. Itu aja, di luar dari itu saya rasa enggak bisa," imbuh Ketua Tim Pemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf DKI Jakarta ini. (ULI)