Syarikat Islam Tak Bisa Dipisahkan dari Sosok Soekarno

Rabu, 11 Nopember 2020, 18:09 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyatakan Organisasi Syarikat Islam pada masa perjuangan sangat mempengaruhi pola pikir Soekarno dalam perjuangannya.

"Syarikat Islam, inilah yang telah membentuk karakter dan juga pemikiran seorang Soekarno muda, dalam masa perjuangan Kemerdekaan Indonesia," ungkapnya dalam acara webinar yang digelar PB SEMMI dengan Tjokroaminoto Institute yang dimoderatori Ketua Bidang PB SEMMI Moehar Sjahdi, Rabu (11/11/2020).

Menurutnya tidak mungkin ajaran Soekarno yang dilestarikan oleh PDIP disangkut pautkan dengan Komunisme.

Baca juga : Sebelum Beli, Masyarakat Diminta Cek Keabsahan Kendaraan Bekas

"Terus terang saya yang telah sejak muda sudah membaiat diri saya sebagai seorang Soekarnois, saya agak risih ketika berbagai propaganda politik di ruang publik itu sering mengidentifikasikan Soekarno itu seorang komunis, salah satu indikator nya adalah partai dimana saya berjuang PDI Perjuangan itu selalu saja mengalami satu fitnah politik dari PKI, komunis dan sebagainya yang kebetulan ketua umum saya adalah putri tertua bung karno, " ucapnya

Dijelaskanya kader-kader PDI-Perjuangan adalah putra-putri terbaik Indonesia yang kemudian mereka adalah anak-anak dari TNI dan Polri dan sabgat menjunjung tinggi Pancasila.

"Soekarno juga mengimplementasikan pemikiran dan ideologisnya dalam persidangan BPUPKI, konsepsi pemikiran soekarno itu dimana ia artikulasikan dimana cita-cita politiknya sebagai seorang nasionalis ia konsrptualisasikan dalam pidato 1 Juni itu adalah sila pertama adalah kebangsaan dan perikemanusiaan. Secara sosialismenya, Bung Karno mengimplementasikan pemikirannya adalah mufakat dan demokrasi, serta kesejahteraan sosial. Dan konsep theisnya atau agama ia konseptualisasikan dalam sila ketuhanan," jelasnya.

Baca juga : Saat Pandemi Corona, Produk UMKM Binaan BI Diekspor ke Negeri Pelangi

Sebelumnya, Ketua Umum Syatikat Islam Hamdan Zulfa menyatakan Bung Karno dan Syarikat Islam itu tidak bisa dipisahkan karena Bung Karno bagian dari serikat Islam pada saat memperjuangkan Kemerdekaan bangsa ini.

"Bung Karno itu adalah bagian dari Syarikat Islam. Kemudian Bung Karno itu adalah seorang mujtahid, ia melakukan ijtihad luar biasa dengan melakukan perubahan dengan pemikiran islam yang pada saat itu sangat Dzumut," ungkap Hamdan Zoelva.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini mengatakan Pola Pikir dan Gagasan pendiri Syarikat Islam HOS Tjokro Aminoto ini sangat brrpengaruh pada diri Bung Karno.

Baca juga : Warga Resah Tower Liar Dibangun Dipemukiman Mereka

"Bagaimana pun juga Bung Karno itu tinggal di rumahnya Cokroaminoto sejak tahun 1914 sampai dengan 1919 di Jalan Peneleh. Rumah Cokro adalah rumah tempatnya untuk berdikusi tentang Syarikat Islam," tuturnya.

Lebih lanjut Hamdan menjelaskan Adapun tiga keyakinan Soekarno yaitu Keislaman, Nasionalisme dan Sosialisme dipengaruhi oleh ketua Syarikat Islam yaitu Cokroaminoto.

"Jadi pengaruh Bung Barno dan pengaruh perjuangan Syarikat Islam itu sangatlah memberi warna pada Pancasila itu. Karena Syarikat Islam sangat memperjuangkan Islam, sosialisme dan kebangsaan," pungkasnya. (DRS)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal