LampuHijau.co.id - Mundurnya Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution pasca kekalahan suara paslon capres-cawapres 01 Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin dari paslon capres-cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di daerahnya bekerja, kini terus menjadi perbincangan di kalangan elite politik.
Bahkan BPN Prabowo-Sandiaga tak segan-segan menggoreng kabar mundurnya Dahlan untuk dijadikan bahan 'ledekan' bagi para kepala daerah pendukung Jokowi yang mengalami kekalahan serupa. Pengunduran diri itu dilayangkan karena kecewa dengan hasil pilpres, pasangan Jokowi-Ma'ruf justru kalah di daerah yang dipimpinnya.
Menanggapi hal itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengaku akan segera berkonsultasi dengan pihak terkait untuk menyikapi sikap Dahlan. “Kami akan konsultasikan dulu, tentu saja saya juga belum melihat secara detail masalah ini. Kami melakukan konfirmasi terlebih dahulu," ujar politisi yang juga Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ini dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Senin (22/4/2019).
Baca juga : 22 TPS di Kota Tangerang Nyoblos Ulang
Namun demikian, dia menyebut bahwa kemenangan atau kekalahan pasangan 01 di suatu wilayah bukan merupakan tanggung jawab dari pejabat daerah setempat, melainkan tanggung jawab dari tim kampanye. Sementara Bupati Dahlan, kata Hasto, bukan bagian dari tim kampanye. Baik di tingkat nasional maupun daerah.
"Jadi, kalau ketentuan UU kan kepala daerah nggak boleh jadi ketua tim pemenangan, hanya jadi pengarah. Karena itulah yang bertanggung jawab memenangkan atau tidak secara formal adalah tim kampanye itu sendiri. Karena itu, kami yang bertanggung jawab," tandas Hasto.
Sedangkan, Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Daulay melihat banyak bupati yang mendukung Jokowi. "Sebaiknya diikuti oleh bupati-bupati di Sumatera Barat, karena hampir semua bupati di Sumatera Barat mendukung Jokowi, dan semua orang tahu. Di situ moral publiknya," kata Saleh saat dikonfirmasi wartawan.
Baca juga : Komisioner KPU Adik dari Tim Prabowo-Sandi, AMI Minta DKPP Turun-tangan
Saleh yang juga merupakan caleg PAN Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara II yang meliputi Mandailing Natal, merasa tahu bahwa bupati-bupati di Sumatera Barat banyak yang mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.
Sebanyak 11 Kepala Daerah di Sumatera Barat dan band Slank, tampil dalam kampanye pasangan Jokowi-Ma’ruf di Padang, Sumatera Barat, 9 April 2019 lalu. Mereka mendukung Jokowi untuk lanjut dua periode. Saleh menilai kinerja pelayanan di daerah tidak akan terganggu bila para bupati mundur. Soalnya, masih ada wakil bupati, asisten, kepala dinas, dan jajarannya.
"Kalau bupati mundur bukan berarti kerja administrasi berhenti," ungkap Saleh.
Baca juga : Perhimpunan Mahasiswa Jakarta Ajak Media dan Masyarakat Jaga Kondusifitas
Namun demikian, Saleh setuju dengan pemanggilan Kemendagri terhadap Dahlan Hasan Nasution. Keterangan yang sebenarnya soal latar belakang permohonan undur diri dapat digali langsung. "Menurut saya itu layak dipanggil, dimintai keterangan langsung, ditanya apa sebabnya, apakah dia sungguh-sungguh atau hanya syok saja," tandas Saleh. (DED)