LampuHijau.co.id - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Pramono Ubaid Tanthowi menilai wajar jika masing-masing kubu peserta pemilu saling mengklaim kemenangan. Saat ini, masing-masing kubu saling mengklaim jika capres-cawapres pilihannya itu unggul atas lawannya.
Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim menang 62 persen hasil hitungan internal kubunya. Sementara, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin menang hasil hitung cepat lembaga survei.
“Saya kira klaim dari pihak masing-masing kan tentu ditolak oleh pihak yang lain, gitu ya. Karena wajar ini adalah kontestasi politik, KPU sangat menyadari itu,” kata Pramono di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).
Baca juga : Jokowi Harus Stop Klaim Kemenangan!
Meski begitu, Pramono ingin klaim dari masing-masing pihak atau kubu harus disudahi. Menurutnya, masing-masing kubu ini lebih baik menunggu hasil hitung secara resmi yang nanti dikeluarkan oleh KPU.
“Karena itu KPU menyediakan publikasi mengenai hasil penghitungan suara, agar sudahlah klaim-klaim dari masing-masing pihak itu disudahi. Silakan menunggu proses penghitungan yang dilakukan oleh KPU," tegasnya.
“Dan itu yang nanti akan kami kerjakan bersama-sama dengan semua partai politik dan semua tim pasangan calon presiden wakil presiden. Kita kawal bersama-sama proses penghitungan itu," sambung Pramono.
Baca juga : 9 TPS di Kota Bekasi Terancam Pemungutan Suara Susulan
Ia berharap, agar penghitungan terhadap surat suara yang sudah dicoblos oleh para pemilih bisa dapat dijaga dengan baik hingga dilakukan rekapitulasi sampai tingkat nasional.
“Mudah-mudahan itu bisa menjadi mekanisme dimana kemurnian tiap suara yang diberikan oleh pemilih kita di TPS, bisa kita jaga sampai di rekapitulasi tingkat nasional," ucapnya.
Sementara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengoreksi kesalahan input data suara dari form C1 di Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) di situs resmi KPU. Awalnya di TPS 093 Bidara Cina, Jatinegara, Jakarta Timur, suara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi tak sesuai antara C1 dan input di Situng KPU. Dimana dalam scan C1 yang diunggah, suara Jokowi-Ma'ruf 47, sementara Prabowo-Sandiaga 162 suara.
Tapi, dalam data yang diinput KPU, suara Jokowi-Ma'ruf naik menjadi 180, untuk Prabowo-Sandiaga menyusut jadi 56 suara. Jokowi naik 133 suara, Prabowo turun 106 suara.(ASP)