LampuHijau.co.id - Enam guru honorer SMA Negeri 9 Kronjo, Kabupaten Tangerang dipecat karena mengabadikan momen berpose dua jari sambil memamerkan stiker Capres No 02. Mereka mengaku mendapatkan stiker dari pihak luar yang usai menghadiri Kampanye Prabowo di Serang, Minggu (17/3).
Hal ini terungkap dari penjelasan Wakil Kepala Sekolah bagian Humas SMAN 9 Kabupaten Tangerang, M Fatoni Abus Salam, kemarin. Fatoni atau yang akrab disapa Tonton, menceritan kronogi awal mula sebelum foto tersebut viral setelah mendengar cerita dari salah satu guru honorer berinisial H.
Baca juga : Erwin Aksa Akui Dirinya Tidak Sejalan dengan Partai Golkar
Bermula ketika H berangkat mengajar pada Senin, 18 Maret 2018 sekira pukul 07.00 WIB mampir sejenak di warung untuk membeli keperluan. Di sana, lanjut Tonton, H bertemu dengan temannya. Tak banyak bicara, H kemudian diberikan stiker Prabowo-Sandi lantaran temannya tersebut baru pulang dari lokasi kampanye Prabowo di Serang, Banten, Minggu, 17 Maret 2019. "Di warung itu dia dikasih oleh-oleh beberapa lembar stiker Prabowo-Sandi oleh temannya," ungkapnya. Oleh H stiker itu dibawa.
Setibanya di sekolah, H bagikan dan pamer ke teman-teman gurunya di sekolah," kata Tonton yang juga sebagai guru Matematika. Di saat yang bersamaan, Tonton mengatakan, ada guru honorer lainnya berinisial MK membawa handphone barunya. MK bersama ke lima rekan sejawatnya termasuk H langsung berswafoto sambil memegang stiker.
Baca juga : Analis Sosial : Jokowi Sudah Terlambat, Minta Maaflah ke Rakyat Indonesia
"Mungkin karena handphone baru, biasalah langsung cobain kameranya sambil swafoto bawa stiker itu," jelas Tonton seraya menirukan guru honorer tersebut. Menurut Tonton, foto tersebut tidak secara sengaja disebarkan oleh MK, sang pemilik handphone, ke media sosial dan hanya ia simpan sebagai koleksi pribadi. Namun, diluar dugaan pada Selasa, 20 Maret 2019 sekira pukul 06.00 WIB handphone baru milik MK berada di tangan anaknya yang masih balita.
"Foto tersebut kemudian tak sengaja tersebar karena keisengan anak MK. Nah Kita enggak tahu disebarnya apakah lewat WhatsApp atau apa, pokoknya kesebar saja. Itu awalnya anaknya lagi lihat-lihat Youtube, mungkin fotonya kesebar enggak sengaja. Viral akhirnya," jelasnya. Paginya sekira pukul 08.00 WIB, Tonton menjelaskan, foto tersebut sudah tersebar di media sosial, sontak viral. Pukul 10.00 WIB.
Baca juga : BPN Sumringah Prabowo-Sandi Didukung Keponakan Wapres JK
"Langsung di hari Kamis, mereka berenam langsung diberhentikan, setelah menerima surat keputusan pemberhentian dari Dindik Provinsi Banten," ucap Tonton. Pasca kejadian itu, lanjut Tonton, keenam guru honorer SMAN 9 Kabupaten Tangerang, sudah pecat sejak Selasa, 19 Maret 2019.
Surat tersebut dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten tentang Pencabutan Penugasan Guru Bukan ASN. "Kami berharap mereka bisa kembali lagi. Karena mereka semuanya terhitung sudah lama mengajar di sekolah ini," tandasnya. (WAH)