LampuHijau.co.id - Berdasarkan hitungan cepat atau quick count 12 lembaga survey yang kredibel yang direferensi KPU RI, Jokowi-Maruf unggul di kisaran 55 persen. Artinya, tinggal menunggu hasil manual atau real count yang akan dihitung oleh lembaga penyelenggara pemilu itu.
Walaupun hasilnya demikian, Ketua TKN Provinsi DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, tidak mau jumawa dan tetap bersabar menunggu hasil real count KPU hingga pengumuman 22 Mei nanti. Seraya meminta semua pendukung Jokowi-Maruf tetap bersabar dan menjaga atau mengawasi seluruh kotak suara yang ada di Jakarta.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Jakarta yang mau datang ke TPS pada Rabu kemarin. Dan sesuai data di beberapa lembaga survei, pasangan Jokowi-Maruf juga menang di Jakarta, walaupun selisihnya beda tipis dengan pasangan Prabowo-Sandi," kata Pras, sapaan akrab Prasetio Edi Marsudi kepada lampuhijau.co.id, Jumat (19/4/2019).
Baca juga : Kampanye Baru Juga Dimulai, Sandi Udah Rasakan Aura Kemenangan Aja
Dikatakan Pras, yang juga Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta ini, sudah terbukti bahwa warga Jakarta tidak terpengaruh dengan isu atau berita bohong yang dialamatkan kepada Jokowi. Sebab, masyarakat Jakarta yang telah kembali mempercayai Pak Jokowi dan Pak Ma'ruf menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
"Hasil quick count sekarang masih pandangan atau bayangan yang secara normatif. Legalitasnya nantikan saat KPU memutuskan siapa pemenangnya nanti. Saya minta kita semua bersabar menunggu hasil dari KPU, lembaga independen yang kita percayakan bersama untuk mengurus pilpres dan pileg ini," imbau Pras.
Pras yang juga Ketua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 ini juga mengimbau para pendukung paslon 01 untuk tidak egois menyikapi euforia kemenangan yang belum diputuskan KPU.
Baca juga : Di TPS 35 Kelurahan Sukapura, Raihan Suara Jokowi vs Prabowo Remis
"Hilangkan rasa egoisme menang, jangan euforia. Saya hindari hal itu. Apalagi saya sebagai penanggung jawab TKN DKI Jakarta. Namanya pesta demokrasi, pasti ada yang menang kalah. Para pendukung harus bisa menahan diri," imbuh Pras.
Menyinggung tentang pileg di DKI, beberapa lembaga survey, PDIP masih yang teratas dikisaran 23 hingga 25 persen lebih dari 106 anggota DPRD DKI. Artinya, PDIP bisa memperoleh 30 kursi lebih, atau naik beberapa kursi dari yang selama ini 28 kursi.
Berikut data Quick Count CSIS-Cyrus Network mencatat perolehan suara di Jakarta PDIP (23,05%), PKS (16,4%), Partai Gerindra (14,87%). dan PSI 7,98%, Sementara itu, sampai dengan data Kamis dini hari, Quick Count Indobarometer mencatat perolehan suara PDIP (25,07%), PKS (17,49%), dan Gerindra (15,26%) dan PSI di angka 8,11%. (ULI)