LampuHijau.co.id - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menimpa Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo baru saja reda. Kini, muncul kasus serupa. Ya, Afifah Alia, kandidat Pilkada Kota Depok 2020, calon Wakil Wali Kota Depok mengaku mendapat pelecehan yang disampaikan oleh Imam Budi Hartono (IBH), yang merupakan calon lawannya di Pilkada Kota Depok.
Menurut Afifah, kejadian Selasa 8 September 2020 di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Hari pertama pemeriksaan kesehatan, saat pembagian kamar untuk para peserta. “Kamar kandidat pilkada Depok bersebelahan, saat petugas RS menginformasikan kamar saya, tiba-tiba Pak Imam Budi melontarkan ujaran “sekamar sama saya saja bu Afifah.” Di situ ada Pak Idris yang mendengar, lalu tertawa terbahak-bahak sambil jarinya menunjuk Pak Imam,” kata Afifah dalam keterangan tertulis yang diterima Lampu Hijau, Kamis (10/9/2020).
“Saat itu saya merasa geram, saya sangat marah, namun saya memilih diam. Saya sedang mempersiapkan diri untuk pemeriksaan kesehatan yang berlangsung selama dua hari. Tidak ada tim yang mendampingi saya karena peraturan mengharuskan masing-masing paslon tidak didampingi,” sambung calon Wakil Wali Kota pasangan Pradi Supriatna itu.
Baca juga : Firlie: Target Golkar DKI di 2024 Adalah 300 Persen
Nah dalam perjalanan pulang kembali ke Depok, Afifah baru menceritakan kejadian tersebut ke tim. “Tim yang mendampingi saya marah mendengarnya. Jika itu adalah candaan, sangat tidak pantas candaan itu dilontarkan oleh calon pemimpin kota. Candaan itu menyiratkan ketidakpedulian terhadap perempuan, candaan yang mengandung pelecehan,” ujarnya sambil bertanya apa maksudnya melontarkan “sekamar sama saya saja bu Afifah” ketika pembagian kamar isolasi bagian dari prosedur pemeriksaan kesehatan paslon di Rumah Sakit.
Afifah mengaku, sebelumnya, dia juga dibully karena tampilan wajah bermake-up dari Pak Idris, pasangan IBH. “Bahkan dari Pak Idris saya juga mendapatkan cibiran “kayak artis” yang entah apa maksudnya,” jelas perempuan berhijab yang menjabat Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak PDI Perjuangan Kota Depok tersebut.
Dengan pernyataannya ini, Afifah mengaku siap dengan semua konsekuensi yang akan terjadi. “Yang saya inginkan adalah permintaan maaf, dan janji untuk tidak mengulangi pelecehan seperti ini kepada saya maupun perempuan lainnya di kota Depok. Mari kita bersama-sama, tidak lagi merendahkan manusia lainnya. Mari kita bersama-sama melihat perempuan dalam posisi yang setara. Kita semua punya andil untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman tanpa membeda-bedakan agama, sosial, ekonomi dan jenis kelamin. Pelecehan, baik verbal, fisik maupun psikis harus disudahi, terlebih lagi yang dilakukan oleh pejabat kota. Jangan lagi merendahkan perempuan. Jangan lagi merendahkan manusia,” tandasnya.
Baca juga : Jamaah Majelis At-Taubah dan Fahmitamami Dukung Pradi-Afifah
Sementara Calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono mengklarifikasi pengakuan Calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia yang merasa dilecehkan. “Saya bilang, saya satu kamar dengan Afifah saja, cucu saya. Pak Idris (Wali Kota Depok, Mohammad Idris-red) dengar kok, saya bilang cucu. Nah, mungkin beliau (Bu Afifah-red) tidak dengar. Ada salah paham,” ujar Imam, Kamis (10/9/2020).
Dia melanjutkan, kalau dalam konteks pembicaraan ringan tersebut tidak menyebut bu Afifah. “Afifah itu cucu saya. Saya tidak menyebut bu Afifah. Mungkin yang terdengar beliau separuh saja, padahal ada lanjutan kalimat cucu saya, mungkin nggak kedengar. Karena jarak duduk kita berempat berjarak, mungkin gak kedengar lanjutan ucapan kalimat saya yang menyebut nama cucu, Afifah itu artinya kesederhanaan,” terang Imam.
Menurut Imam, suasana jelang pemeriksaan kesehatan cukup tegang dan niatnya ingin mencairkan suasana agar menghilangkan kekakuan komunikasi sesama pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok. “Bu Afifah itu kan pendiam, saya berusaha mencairkan suasan. Saya dengan bang Pradi (Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna-red) juga ngobrol-ngobrol ringan sambil bercanda. Ya, kalau ada ucapan saya salah ditafsirkan, saya mohon maaf ke bu Afifah,” tuturnya. (HEN)