LampuHijau.co.id - Bendahara Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar DKI Jakarta, Firlie Ganinduto menyebut jika efektivitas dan efesiensi dalam menjalankan roda organiasasi bakal mempengaruhi bagaimana cara partai meraih pundi-pundi suara dalam Pemilihan Umum (Pemilu) serentak.
Walhasil, baik kader sampai orang-orang di organisasi sayap partai harus bisa mempelajari beberapa hal penting dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat di akar rumput agar diterima dengan baik.
Kader dan ormas merupakan salah satu motor partai paling penting untuk merebut pundi-pundi suara. Sehingga, butuh banyak pembekalan yang harus diberikan kepada mereka, termasuk dengan menggelar pendidikan politik dalam menjalankan roda organisasi yang cepat dan tepat pada masa krusial, seperti dalam masa pemilu.
"Merebut kemenangan itu tak bisa dengan proses yang rumit, harus cepat tetapi tepat. Target Golkar DKI di 2024 adalah 300 persen maka sejak hari ini kita akan terus lakukan pendidikan politik tanpa henti sebelum berperang (di Pemilu)," kata Firlie pada gelaran pendidikan politik, Rabu (9/9/2020).
Baca juga : Jamaah Majelis At-Taubah dan Fahmitamami Dukung Pradi-Afifah
Pada gelaran edisi keenamnya ini, giliran sayap ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) yang diberikan pembekalan. Mereka melahap semua materi mengenai pentingnya menjadi garda terdepan partai untuk memenangkan Pilkada 2022 sampai Pemilu 2024, termasuk belajar mengenai pendekatan langsung.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dicky Pelupessy yang mengisi materi pada pendidikan politik edisi keenam ini menyebut jika ormas ini punya peran yang cukup vital dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat.
Menurut dia, komunitas, terutama yang memiliki ciri khas kuat bakal lebih mudah diterima di tengah masyarakat yang cukup majemuk ini.
"Pendekatan komunitas memang bisa menjadi salah satu cara untuk lebih mengenal masyrakat lebih dekat, karena setiap komunitas itu punya keunikan dan tugas kita mengenal keunikan itu," ujar Dicky.
Baca juga : Ombudsman RI Akan Laporkan 2 Provider yang ‘Bermain’ di Bantuan Kuota Internet
Setali tiga uang dengan Dicky dan Firlie, Wakil Ketua Bidang Hubungan Ormas dan Lembaga Politik Golkar DKI, Slamet Riyadi menyatakan jika pendidikan politik ini selain bisa membuat ormas atau kadernya belajar mengenai pendekatan ke masyarakat, mereka juga bakal belajar memperkirakan bagaimana kondisi dalam Pemilu beberapa tahun mendatang.
"Kita harus belajar tentang medan perang di 2024 sejak hari ini, mimpi 300 persen harus diwujudkan, penting belajar pendekatan budaya dan demografi ini untuk 2024. Ormas bukan pelengkap penderitaan saja dan kali ini dibuktikan oleh Golkar Jakarta," bebernya.
DPD Partai Golkar DKI Jakarta sendiri sejauh ini sudah melaksanakan kegiatan pendidikan politik bagi Pimpinan Kecamatan dan Kelurahan se-Jakarta sebanyak enam kali.
MKGR menjadi ormas sayap partai pertama yang menyambangi Kantor DPD Golkar Jakarta yang ikonik, karena mengusung bangunan modern dan konsep kantor partai ramah publik ini untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Baca juga : Sapa Penyuluh se-Indonesia, Mentan SYL Perintahkan Harmonisasi dan Cek Lapangan
Rangkaian pendidikan politik ini direncanakan bakal terus berjalan sampai edisi ke-20 dalam enam wilayah se-DKI Jakarta yang dimulai pada 30 Agustus-13 Oktober 2020.
Total, bakal ada 2000 peserta yang bakal hadir mulai dari kader, pimpinan kecamatan dan kelurahan, ormas sayap partai, masyarakat umum sampai mahasiswa.
Pendidikan politik ini juga dilakukan secara berkala pada bulan-bulan berikutnya untuk meningkatkan kapasitas diri kader Partai Golkar dan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat umum sebagai bentuk tanggung jawab dan menjalankan amanat UUD 1945 Partai Golkar kepada masyarakat. (DRI)