LampuHijau.co.id - Foto para menteri tanpa pakai masker jadi perbincangan netizen. Dalam foto yang viral, posisi para menteri saling berdekatan. Foto itu diketahui diambil saat rapat koordinasi tingkat menteri di Bali pada 21-22 Agustus 2020.
Mengutip Antara, rapat koordinasi dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Syahrul Yasir Limpo.
Kemudian Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Brin Bambang Brodjonegoro, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dan wakil menteri BUMN I.
Baca juga : Cari Ayah-Ibu, Pria Bisu Gowes Sepeda dari Malang ke Jakarta
Selain itu, turut hadir lima menteri melalui sambungan konferensi daring: Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, dan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Salah satu agenda yang dilaksanakan dalam rapat koordinasi adalah pemulihan ekonomi di Pulau Bali setelah terkena dampak pandemi Covid-19.
Mantan juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi sampai geram dengan perilaku menteri tersebut. "Atas beredarnya foto ini, pemerintah mestinya malu dengan tidak singkronnya perilaku birokrat di dalam pemerintahan dengan imbauan pemerintah sendiri. Jangan salahkan beredarnya foto, tapi salahkan perilaku!" tulis Dedek di akun Twitternya, Minggu (23/8/2020).
Baca juga : Kisruh Mall Xchange, Menteri Tito Panggil Wali Kota Tangsel
"Pejabat publik jangan pernah merasa tidak diawasi apalagi dilihat sebagai contoh perilaku disiplin prokes, karena mereka sendiri yang buat dan menerapkan aturan," sambungkan.
Kementerian Koordinator bidang Perekonomian meyakini sejumlah menteri yang foto bersama tanpa mengenakan masker sudah menjalani tes swab sebelumnya. Tetapi menurut epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mereka jangan merasa sudah aman, walau sudah tes swab Covid-19. Menurut Dicky belum ada jaminan mereka benar-benar aman, meskipun sudah tes swab.
Hasil studi, 20 persen dari hasil PCR yang standar adalah false negative sehingga apabila ada lima orang yang dites, satu orangnya akan false negatif. "Dan ini tentu artinya punya resiko. Jadi walaupun ada tes ya itu tidak bisa dijamin, tetap ada kemungkinan false negative itu fakta ilmiah yang tidak bisa dibantah," kata Dicky seperti dilansir dari Suara.com, Rabu (26/8/2020).
Baca juga : Masuk Pasar di Jakarta Nggak Pake Masker, Usir!
Lagi pula sebagai pejabat publik, kata Dicky, seharusnya para menteri bisa menunjukkan sense of crisis untuk memberikan pesan kepada masyarakat bahwa situasi saat ini belum aman dari penularan Covid-19.
Dia mengimbau para pejabat publik tetap memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalankan protokol kesehatan. Selain itu, penting untuk diperhatikan dari kesehatan para menteri tersebut. (LHTJ)