Belum Genap Seminggu Dapat Penghargaan, Fadli Zon Kembali Nyinyiri Jokowi

Rabu, 19 Agustus 2020, 03:05 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi ternyata tak lantas membuat bungkam 'bibir pedas' anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon. Meski belum genap satu minggu setelah mendapat penghargaan tersebut, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini kembali melayangkan cibiran kepada mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Anak buah Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto itu menyentil ucapan Presiden Jokowi, yang menyebut pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021 akan meningkap 5,5 persen. Baginya isi pidato orang nomor satu di Indonesia itu saat sidang tahunan MPR/DPR/DPD kemarin, terlalu aneh dan tak realistis.


"Presiden Jokowi menargetkan pertumbuhan tahun depan ada pada kisaran 4,5 hingga 5,5 persen. Di tengah pandemi, itu adalah target yang tak masuk akal, apalagi selama kuartal kedua 2020 kemarin pertumbuhan ekonomi kita anjlok hingga minus 5,32 persen," kata Fadli dalam pesan singkatnya kepada wartawan, kemarin.

Baca juga : Ungkap Sejumlah Kasus Besar, Ditreskrimum Polda Metro Dapat Penghargaan dari Lemkapi


Pria yang kerap kali melayangkan pernyataan kontroversial ini, meminta Presiden Jokowi agar tak melupakan sikap realistis, disamping sikap optimis. Ucapan 'lompatan besar' yang diserukan Presiden Jokowi, menurut Fadli terlalu omong kosong. "Optimisme memang penting, tapi realistis lebih penting lagi. Maka yang diperlukan saat ini adalah pemulihan atau kembali ke titik normal. Bicara lompatan, pada kenyataannya saat kita sedang terpuruk, selain tak masuk akal, hal itu juga bukan ungkapan bijaksana," ketus Fadli.


"Bagaimana caranya melompat dari angka minus 5 persen ke angka positif 5 persen di tengah pandemi, jika sebelum pandemi saja angka pertumbuhan kita hanya bisa mepet 5 persen? Rasanya tak perlu menjadi ekonom untuk menilai target itu sama sekali jauh dari realistis," sambungnya.

Baca juga : Polres Jakarta Utara Dapat Penghargaan dari Kemenhub


Pertumbuhan ekonomi 5 persen itu, kata anggota Komisi I DPR ini makin jauh dari harapan. Alasannya, Fadli menuturkan anggaran stimulus ekonomi yang akan diberikan pemerintah tahun 2021 lebih kecil dari anggaran tahun 2020. "Merujuk pada revisi APBN 2020, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun ini mencapai Rp 695 triliun. Sementara tahun 2021 pemerintah hanya akan menganggarkan Rp 356,5 triliun. Artinya, dengan anggaran hampir Rp700 triliun saja pemerintah gagal mengangkat perekonomian, apalagi dengan anggaran yang berkurang hampir setengahnya," sindie Fadli.


Tak sampai disitu, Ketua BKSAP DPR ini menyebut RAPBN 2021 tak memiliki korelasi dengan kurva pandemi maupun proyeksinya belanja kedepannya. "Dengan dalih pandemi, tahun ini pemerintah telah dua kali merevisi APBN 2020 yang kemudian menghasilkan anggaran PEN Rp 695 triliun dan pelebaran defisit 6,34 persen (Rp 1.039,2 triliun). Sebagai catatan, ketika menyusun anggaran ini pemerintah memproyeksikan pandemi Covid-19 akan melandai pada Juli atau Agustus 2020," ungkap Fadli.

Baca juga : BMKG: Seminggu Ke Depan Masih Hujan Lebat, Pas Kemarau Rawan Kebakaran Hutan


Merespon kritikan Fadli kepada Presiden Jokowi, disambut positif pakar intelijen Stanislaus Riyanta. "Kita berharap Fadli Zon tidak berhenti mengkritik meski mendapatkan penghargaan," kata Stanislaus saat dihubungi wartawan, kemarin. Walapun mendukung, kata Stanislaus, Fadli kedepannya harus bisa memperbaiki cara kritiknya agar tak dianggap sebagai bentuk 'nyinyiran'. "Jadi bukan nyinyir, bagaimana kritik itu bisa diterima dengan baik oleh semua pihak. Jadi, setelah mendapat penghargaan, justru saya harapkan (Fadli) jangan soft. Kalau orang mengkiritik diberikan penghargaan kemudian soft, justru berbahaya bagi sebuah negara tanpa kritik," tandas Stanislaus. (DED)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal