Pemulihan Ekonomi Indonesia Berjalan Lamban

Jokowi Diminta Tak Segan Singgung Reshuffle Kabinet di Sidang Tahunan

Senin, 10 Agustus 2020, 20:51 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Langkah pemerintah dalam mengatasi persoalan ekonomi yang makin merosot ditengah pandemi Covid-19, dinilai berjalan lamban dan tak berhasil. Kinerja para pembantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun belum maksimal, terutama dalam merealisasikan penyerapan dana bantuan penanganan Covid-19. Menyoroti hal tersebut, MPR RI berharap isi pidato Presiden Jokowi pada Sidang Tahunan (ST) MPR RI pada tanggal 14 Agustus 2020 mendatang, menjadi 'angin segar' bagi masyarakat.

Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad tak menampik, jika kondisi ekonomi sekarang ini kian memburuk. "Keadaan saat ini, semakin hari semakin memburuk tren-nya (pertumbuhan ekonomi). Daya beli masyarakat berkurang, demand (permintaan barang) hampir tak ada. Semua dalam keadaan ekstra hati-hati," kata Fadel dalam diskusi MPR RI dengan tema 'Harapan Sidang Tahunan Ditengah Pandemi', di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, kemarin.

Mantan Gubernur Gorontalo ini pun merasa miris, melihat kondisi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang kian terpuruk akibat tak mendapat realisasi bantuan nyata dari pemerintah. Padahal kata Fadel, UMKM adalah pihak yang mampu menyelamatkan kondisi ekonomi Indonesia ditengah ancaman resesi."Mereka saat ini mengalami kesulitan. Seperti, mau menyelesaikan (pembayaran) utang di bank saja sulit. Mereka belum mendapat perlakuan (bantuan pemerintah) seperti bunga bank rendah yakni 1 persen," ujar Fadel.

Baca juga : Nadiem Diingatkan Potensi Klaster Corona di Sekolah

Fadel juga menyayangkan sikap pemerintah yang belum melakukan pemerataan di semua daerah, dengan menurunkan bunga bank sebesar 3,5 persen. "3,5 persen sudah diturunkan, tapi belum mereta. Uang dari Menteri UMKM sebesar Rp 1 triliun itu nggak cukup untuk melakukan perbaikan dan membenahi (UMKM) yang ada, nggak cukup," kesal Fadel.

Oleh sebab itu, Fadel meminta kepada Presiden Jokowi saat berpidato di ST MPR RI, agar tak sungkan menyinggung persoalan UMKM. "Kami MPR berharap (Presiden Jokowi) di tanggal 14 Agustus nanti menyampaikan sesuatu yang greget. Misal, menyediakan anggaran untuk UMKM berapa triliun, lalu bunga bank diturunkan menjadi 1 persen. Lalu sistem kredit tanpa agunan itu dihapus saja (bunga bank) jadi 0 persen," pinta Fadel.

Lebih lanjut, Fadel juga meminta Presiden Jokowi pada isi pidatonya, agar tak sungkan menyinggung reshuffle kabinet. "Pengalaman saya (saat menjadi Gubernur), kalau mau ganti kepala dinas ganti saja. Hak preogatif saya kok. Jika (Presiden Jokowi) ingin mengganti menterinya, ganti saja secepat-cepatnya. Karena reshuffle kabinet juga harapan dari masyarakat. Ada menteri lemah yang nggak bikin gebrakan, ganti aja sama yang baru. Jadi ada harapan baru untuk masyarakat," tandas Fadel.

Baca juga : Pengamat: Pilpres 2024 Paket Prabowo-Puan

Di tempat yang sama, Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menegaskan Indonesia masih memiliki harapan besar dari kondisi ekonomi saat ini. "Faktanya ekonomi dunia juga mengalami penurunan. Pertanyaanya apakah masih ada harapan?. Harapan itu jelas masih ada. Karena putus asa itu dilarang agama dan dilarang juga oleh negara," tegas pria yang akrab disapa Gus Jazil.

Pandemi Covid-19 saat ini, politikus PKB berpandangan seperti kondisi darurat perang. "Bagaimana tidak, lihat saja sekarang, hotel-hotel tutup, tempat pariwisata tutup dan banyak bisnis tutup. Yang kita fikir sekarang, kalau darurat perang, jelas terlihat siapa yang menang siapa yang kalah. Kalau pandemi seperti ini tak jelas, bahkan selesainya saja tak jelas kapannya," ungkap Gus Jazil.

Sama seperti Fadel, Gus Jazil juga meminta isi pidato Presiden Jokowi pada ST MPR RI dapat menciptakan ketenangan ditengah kepanikan masyarakat. "Gimana caranya agar penurunan (pertumbuhan ekonomi) tak drastis. Kalau dibilang menurun ya pasti menurun. Cuma, bagaimana cara pemerintah melakukan kebijakan agar daya beli masyarakat terjamin. Pada pidato besok, pak Jokowi harus membuat masyarakat ini tenang. Pangan ada, sumber air bersih cukup, listrik tidak mati. Hak dasar harus dijaga," tandas Gus Jazil.(DED)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal