PDIP & Gerindra Akrab di Pilkada 2020 

Pengamat: Pilpres 2024 Paket Prabowo-Puan

Senin, 10 Agustus 2020, 07:53 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto jelang Pilkada Serentak 2020 yang bakal digelar pada bulan Desember mendatang, makin mesra. Meski selalu menjadi lawan politik selama Pilpres, kedua tokoh itu justru tak pernah memperlihatkan raut muka kesal di hadapan publik. Banyaknya calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra di Pilkada ini, dinilai banyak pihak sebagai bibit keharmonisan pada Pilpres 2024 mendatang.


Merespon hal tersebut, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno mengaku senang dua tokoh besar di Indonesia semakin akrab. "Kesan bahwa semua tanda menunjukkan ke arah penyelarasan langkah dan kepentingan, saya kira tidak salah," ucap Hendrawan saat dihubungi wartawan, kemarin. Namun sayang, anggota Komisi XI DPR ini tak mau menanggapi lebih jauh ketika dipertanyakan soal Pilpres 2024. Akan tetapi, menurutnya keharmonisan antara Megawati dan Prabowo akan indah pada waktunya. "Wartawan lebih paham dan punya info lebih banyak. Namun dalam politik, (sebuah) kata tidak (akan) cukup untuk berkata-kata. Jadi jangan dibuat spekulasi yang berlebihan atau terlalu dini. Semua akan indah pada waktunya," ungkap Hendrawan.


Lebih lanjut, Hendrawan juga enggan menjawab, ketika dipertanyaakan apakah PDI Perjuangan akan mengusung calon dari Partai Gerindra di Pilpres 2024. "Soal-soal lain bisa langsung ditanyakan kepada Sekjen (DPP PDIP)," tandas Hendrawan.

Baca juga : JK Sindir Ada yang Marah-marah di Debat Capres 4, Maksudnya Prabowo?


Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto mengatakan, kebijakan Megawati pada dasarnya sangat mempengaruhi para pelaksana tugas partai di lapangan. "Bu Mega akrab dengan Pak Prabowo, kebijakan ke bawahnya kira-kira mengikuti. Kalau Ibu sedang tidak cocok, bawah juga mengikuti," ujar Bambang.


Meski saat ini kedua ketua umum partai itu akrab, Wakil Ketua Komisi I DPR ini mengaku tidak pernah ada perintah langsung dari Megawati kepada kadernya agar berkoalisi dengan Gerindra di Pilkada Serentak 2020. "Ibu tidak memerintahkan begitu tapi pelaksana lapangan melihat itu. Sehingga kalau disuruh memilih bagus kamu berkoalisi dengan Gerindra atau partai X itu, kita melihat keakraban dengan ketua umum," aku Bambang. "Maka mendekati PDIP dekatilah ketua umum. Itu sudah pasti ke bawah. Enggak usah diperintah," tandas Bambang.


Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai keharmonisan kedua partai tersebut demi memajukan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dengan Ketua DPR Puan Maharani Pilpres 2024. "Nantinya membangun koalisi permanen pada Pilpres 2024 paket Prabowo-Puan. Arahnya dan gelagat politik sudah mulai terbaca ujungnya mengarah ke sana," ujar Pangi.

Baca juga : Anggota Dewan Nggak Boleh Bolos Sidang Tahunan (Jangan Alasannya Karena Pandemi Covid-19)

Pangi menuturkan, hubungan PDI Perjuangan-Gerindra makin harmonis semenjak Prabowo bergabung ke pemerintahan. Kemudian, hubungan keduanya semakin mesra dengan adanya koalisi di Pilkada Serentak 2020. "Sehingga pola pilkada, koalisi juga hampir sama, akan banyak koalisi PDIP dan Gerindra, mengikuti arah koalisi pusat, yang juga diikuti di daerah-daerah," nilai Pangi. "Koalisi pilkada, akan beririsan modelnya dengan peta koalisi pusat," sambungnya.


Lebih lanjut, kata Pangi, koalisi PDIP dengan Gerindra di beberapa daerah akan menjadi strategi awal demi menyongsong Pilpres 2024. "Jadi nampaknya koalisi Gerindra-PDIP di pilkada akan menjadi ajang pemanasan mesin kedua partai tersebut, mulai cek ombak," tandas Pangi.


Sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengakui partainya paling banyak berkoalisi dengan PDIP pada Pilkada Serentak 2020. Hal itu disampaikan Prabowo usai menyerahkan rekomendasi calon yang diusung partainya pada Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) di kediamannya Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 20 Juli 2020 lalu.

Baca juga : Ketum Demokrat Harap Tidak Ada Calon Pilkada 2020 Dekat Penguasa Diuntungkan


Dalam kesempatan itu, Gerindra resmi mengusung keponakan Prabowo Rahayu Saraswati sebagai calon wakil walikota dalam pemilihan walikota (pilwalkot) Tangsel. Saras berpasangan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel, Muhamad yang akan maju sebagai calon wali kota. Adapun pasangan tersebut diusung PDIP dan Gerindra. "Yang penting PDIP yang paling banyak," kata Prabowo. (DED)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal