LampuHijau.co.id - Pengungkapan terhadap buronan kelas kakap Djoko Tjandra berbuntut panjang. Lurah dan jenderal polisi dipecat. Dan kini Polri didesak untuk menangkap buron tersebut. Hal itu dilakukan agar pihak kejaksaan dapat menyelesaikan kasus korupsi hak tagih Bank Bali yang dilakukan Djoko Tjandra dengan terang benderang. Anggota Komisi III DPR Benny K. Harman pun mengajak rakyat untuk mengawal kasus ini agar tidak menguap begitu saja. “Apa kabar case Djoko Tjandra? Harus dikawal ketat agar tidak dipetieskan,” tegasnya dalam akun media sosialnya.
Dia mengatakan Polri juga harus turun tangan menindak tegas sejumlah perwira polisi yang ikut campur atau terlibat dalam kasus Djoko Tjandra. “Demi nama baik Polri. Para pamen, dan jenderal yang terlibat jangan hanya diadili di propam. Pasal korupsi harus dikenakan untuk mereka,” katanya. Politisi asal NTT ini juga menyarankan agar KPK dilibatkan langsung dalam penanganan sejumlah perwira polisi yang ikut terlibat dalam penanganan kasus Djoko Tjandra. “KPK mesti supervisi jika perlu mengambil alih penangannya. Rakyat monitor,” tutupnya.
Baca juga : Jaring Anggota, Partai Gelora Luncurkan Aplikasi Mobile
Sementara Indonesia Police Watch (IPW) meminta Presiden Jokowi membentuk tim khusus untuk mengusut polemik Djoko Tjandra. "Atau minimal memerintahkan Mahfud Md (Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan) memimpin penyelidikan kasus ini," ujar Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane, melalui keterangan tertulis.
Mahfud Md sebelumnya telah mengundang lima lembaga untuk membahas penangkapan buron Djoko Tjandra. Namun, usai pertemuan itu, masyarakat dihebohkan dengan bocornya surat jalan Djoko Tjandra yang diteken oleh pejabat tinggi di Mabes Polri. Hal itu membuat pejabat yang meneken surat tersebut, yakni Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Prasetyo Utomo, dicopot dari jabatannya.
Baca juga : Putusan Vonis Penyiram Novel Buktikan Polri Tak Main Mata
Senada dengan IPW, Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, juga meminta Presiden Jokowi turun tangan menangkap Djoko Tjandra. Apalagi, keberadaan Djoko Tjandra telah diketahui lantaran ia kerap bermukim di Kuala Lumpur, Malaysia. (LHTJ)