Komisi IX Sebut Tak Ada Satupun Kementerian yang Siap Hadapi Pandemi Covid

Usai Ditegur Jokowi, Menkes Disuruh Bersih-bersih Kementeriannya, Ada Tikusnya Nggak?

Minggu, 5 Juli 2020, 15:23 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto adalah salah satu menteri yang mendapatkan 'omelan pedas' dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat rapat kabinet, beberapa waktu lalu. Kinerja Menteri Terawan dinilai Presiden Jokowi masih mendapat nilai rendah. Setelah mendapat 'omelan' dari Presiden Jokowi, Menteri Terawan saat ini lebih memilih menghindar dari pertanyaan awak media ketika ditanya soal reshuffle kabinet. Anggota DPR RI Fraksi PKB Nihayatul Wafiroh ternyata memiliki pandangan tersendiri, terkait 'ogah' bicaranya Menteri Terawan ketika dipertanyakan reshuffle kabinet. Wakil Ketua Komisi IX DPR ini berdalih, jika mitra kerjanya itu hanya ingin fokus menyelesaikan persoalan Covid-19. Karena alasan itu, wanita yang akrab disapa Ninik ini menuturkan Menteri Terawan tak mau menjawab pertanyaan yang seyogyanya hak preogatif presiden.

"Di tengah pandemik (Covid-19) ini, kita tidak bisa menilai kinerja menteri bagus atau tidak. Karena tidak ada satupun kementerian yang siap menghadapi situasi pandemik saat ini. Soal itu (Menteri Terawan tidak menanggapi pertanyaan reshuffle kabinet), mungkin dia ingin fokus pada penyelesaian Covid-19," aku Ninik saat berbincang dengan HARIAN LAMPU HIJAU THE JAK, Jumat (3/7/2020).

Baca Juga : Clara Gopa Coba Bunuh Diri, Potong Urat Nadi

Meski begitu, Ninik meminta kepada Menteri Terawan agar lebih 'getol' bekerja setelah dikomplain Presiden Jokowi. "Ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukan kerja keras. 'Go a Head' melakukan apa yang bermanfaat untuk rakyat," pinta Ninik.

Bahkan, Ninik menantang 'nyali' Menteri Terawan untuk berani merombak struktural jabatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) jika para pembantu menteri minim kinerja. "Harus (berani) evaluasi di Kemenkes. Harus liat di dalam (Kemenkes) secara langsung, ada tikusnya nggak? ada kecoanya nggak?. Jadi memang harus benar-benar dimanfaatkan betul oleh Kemenkes. Coba liat sistem administrasinya bekerja benar nggak?. Kebijakan dan peraturan Kemenkes sudah dijalankan dengan benar nggak?. Itu semua harus segera dievaluasi," tegas Ninik.

Baca Juga : Cari Ibu-Bapaknya, Pria Bisu Gowes Sepeda dari Malang ke Jakarta

Lebih lanjut, Ninik mengatakan, kalau saat ini banyak rumah sakit pusat atau daerah yang masih sangat kekurangan obat dan APD (Alat Pelindung Diri). "Kita kesulitan dalam saat ini. Misalnya, terbatasnya jumlah tenaga kesehatan, obat, APD dan sebagainya," tandas Ninik. 

Sementara itu, anggota DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani mengaku hingga saat ini belum ada pembahasan mengenai reshuffle antara Jokowi dengan para Ketum Parpol. ”Belum ada pertemuan kembali presiden dengan para ketua umum parpol (untuk membahas reshuffle). Belum (ada jadwal)," ujar Arsul saat dihubungi wartawan.

Baca Juga : Ngebut Rampungkan RUU PDP Itu Seperti Hamil Duluan (Datanya Sudah Bocor Dari Dulu Kok)

Wakil Ketua MPR ini mengatakan, PPP sendiri tidak terlalu memikirkan masalah reshuffle. Terkait isu, adanya beberapa menteri yang bakal didepak oleh pihak Istana. "Kalau soal reshufle, PPP tidak berubah pandangannya. Kapan reshufle mau dilakukan dan siapa yang akan direshufle, biar jadi urusan presiden," aku Arsul. nAkan tetapi, menurut anggota Komisi III DPR ini, parpol masih bisa memberikan pandangannya jika diminta oleh presiden. "Kecuali diminta pandangannya atau diminta mengirimkan nama dalam reshuffle tersebut," tandas Arsul.

Sebelumnya, Menkes Terawan lebih memilih masuk mobil dan tak menganggapi pertanyaan awak media saat ditanya isu reshuffle kabinet. Menghindari pertanyaan awak media itu, dilakukan Menkes Terawan ketika melakukan kunjungan di beberapa rumah sakit di Solo, Jawa Tengah. (DED)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal