Isu Reshuffle Kabinet, Partai Gerindra Anggap Presiden Jokowi Tak Bermaksud Mengancam

Minggu, 5 Juli 2020, 15:20 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Partai Gerindra menilai Presiden Joko Widodo tidak bermaksud mengancam kocok ulang kabinet atau reshuffle, saat marah dalam Sidang Kabinet Paripurna beberapa waktu lalu. Gerindra menganggap sikap Jokowi itu sebagai permintaan tegas agar menteri memperbaiki kinerja. "Sebenarnya Pak Presiden bukan ancam-mengancam. Soal penilaian atau evaluasi kita serahkan kepada Presiden yang mengangkat para menteri," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (3/7).

            Terkait isu reshuffle, Dasco mengatakan Gerindra menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada Jokowi. Gerindra memahami bahwa reshuffle adalah hak prerogratif presiden yang bersifat mutlak. Akan tetapi, Dasco mengklaim dua kader Gerindra yang menjadi menteri dalam Kabinet Indonesia Maju sudah bekerja dengan baik dan optimal. Mereka adalah Prabowo Subianto selaku Menteri Pertahanan dan Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebelumnya, Presiden Jokowi menyatakan siap merombak kabinet usai kinerja beberapa menteri tak sesuai harapannya. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat, Kamis (18/6), yang rekamannya diunggah Sekretariat Presiden di laman Youtube, Minggu (28/6).

Berita Terkait : Presiden Jokowi Diminta Berantas Mafia Keuangan

            Jokowi merasa masih ada menteri yang tak optimal menyerap anggaran di tengah pandemi Covid-19. Dia menyoroti serapan anggaran kesehatan penanganan covid-19 senilai Rp75 triliun yang baru terserap 1,53 persen. Mantan Wali Kota Solo itu juga menyentil permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial. Begitu pula soal bantuan kepada UMKM di saat pandemi. "Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," ucap Jokowi dalam video tersebut.

            Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengklaim dua kader Gerindra, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto serta Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bekerja maksimal selama bergabung dalam kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Pernyataan itu disampaikan Dasco merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang melontarkan opsi merombak kabinet (reshuffle) di tengah krisis pandemi virus corona (Covid-19). "Sesuai arahan Prabowo kami bekerja maksimal dalam mendukung pemerintah dan juga kerja-kerja taktis yang terbaik yang dilakukan di Kemenhan maupun Kementerian KP [Kelautan dan Perikanan]," kata Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Berita Terkait : Isu Reshuffle Kabinet Muncul, Presiden Diminta Evaluasi Kinerja Mentan

            Dasco mengatakan pihaknya pun mempersilakan Jokowi untuk menilai kinerja kementerian yang dipimpin kader Gerindra itu. Menurutnya, keputusan kocong ulang kabinet sepenuhnya di tangan Jokowi. "Biarlah Pak Presiden yang menilai apakah kementerian yang diberikan kepada Gerindra itu mempunyai nilai yang baik atau tidak, itu kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Presiden," ujarnya.

            Wakil ketua DPR itu juga merespons kejengkelan Jokowi terhadap kinerja para menteri di masa pandemi virus corona. Ia berpendapat bahwa hal tersebut menunjukan sikap tegas Jokowi. "Pak Jokowi ingin supaya seluruh kementerian itu memaksimalkan pengeluaran atau pendistribusian dana Covid-19 yang memang sudah dianggarkan oleh masing-masing kementerian," katanya. Isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju menjadi perbincangan publik usai Jokowi marah pada para menteri dan pimpinan lembaga negara dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni lalu.(ERY)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal