Terkesan Ada Skenario Untuk Melakukan Stigma Buruk Terhadap PDIP, Karena Disejajarkan Dengan PKI

Sabtu, 27 Juni 2020, 14:34 WIB
Political News

LampuHijau.co.id - Insiden pembakaran bendera yang terjadi saat aksi menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu siang (24/6/2) mengundang reaksi publik. Menanggapi pembakaran bendera PDIP, simpatisan PDIP Poltak Sitorus menilai, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan dan wajar memancing kemarahan pendukung partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut. "Selain tidak pantas, pembakaran bendera juga tidak berdasar. Bahkan terkesan ada skenario untuk melakukan stigma buruk terhadap PDIP, karena disejajarkan dengan PKI yang notabene memiliki sejarah kelam di negeri ini," kata Poltak kepada wartawan kemarin.

Menurut Poltak, sepatutnya perbedaan pemahaman dapat diselesaikan lewat dialog. Ke depan diharapkan peristiwa pembakaran bendera juga tidak terulang kembali. "PDIP merupakan partai berbasis nasional dan pionir dalam menjadikan Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar negara. Jadi nggak mungkin PDIP ingin merusak bangsa," ujar Poltak yang calon Bupati Toba, Sumatera Utara ini.

Baca Juga : Kang Emil Minta Cirebon Tingkatkan Rasio Tes PCR Kontak Erat Covid-19

Poltak juga mengungkapkan bahwa sudah menjadi harga mati bahwa Pancasila adalah ideologi partai, tidak boleh berganti. Pancasila yang dilahirkan pada 1 Juni 1945 merupakan buah karya pemikiran Sang Proklamator Soekarno, ayah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Artinya PDIP memiliki ikatan ideologi dan sejarah, dimana Partai Nasionalis Indonesia (PNI) melebur menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) kala itu. Begitu juga soal keberagaman Bhineka Tunggal Ika, dimana partai-partai berbasis agama minoritas turut ikut di dalamnya. "Jadi tidak masuk akal PDIP disejajarkan dengan PKI. Itu tuduhan yang tidak berdasar. Apalagi sampai membakar bendera partai yang merupakan simbol harga diri PDI Perjuangan. Tentu saja kadernya geram,” ungkap Poltak.

Kendati demikian, menurut Poltak, kader PDIP tidak boleh juga mengambil langkah sendiri-sendiri. Karena PDIP sangat mengedepankan azas demokrasi terpimpin di internal partainya.

Baca Juga : Clara Gopa Coba Bunuh Diri, Potong Urat Nadi

Diketahui, Kamis kemarin (25/6), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto langsung merespon aksi brutal pembakaran bendera PDIP. Hasto menyampaikan Surat Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati yang meminta kader PDIP di seluruh Indonesia untuk siap siaga, namun mengedepankan proses hukum atas kasus tersebut.(DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal